Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merayu Malam dan Puisi De Eka Putrakha Lainnya

N
Penulis: Nur Wachid❯

(ILUSTRASI: DANI ERWANTO/JAWA POS RADAR CARUBAN)
(ILUSTRASI: DANI ERWANTO/JAWA POS RADAR CARUBAN)


Advertisement

Oleh: DE EKA PUTRAKHA

Merayu Malam

secawan sunyi terakhir

telah membawa malam menuju pekat

seseorang tengah mencoba merayu

Advertisement

supaya malam segera memeluknya

sebab hatinya dingin

ampas kopi yang mengendap

Advertisement

serta merta mengendapkan lamunan

dalam lena ia inginkan mimpi

membangunkannya saat nyata

—nyatanya malam telah berlalu

 

ask, 30.1.24

Baca Juga: Puisi Cak Uki

Menunggu Pertemuan

                                                                                          

sejak saat itu belum ada lagi kabar

atau cerita-cerita yang akan berkabar

ataukah semua kesunyian itu

sama-sama kita diamkan sejenak

menunggu pertemuan kembali terjadi

dan mempercayai bahwa suatu saat nanti

cerita kita tak berkesudahan

datanglah meski tak dijemput

serupa angin berembus

membawa pesan resahnya jarak

waktu memberi kita jeda

untuk menyiapkan segala resah

dan membaginya dalam kisah

yang kelakakan terus bercerita

juga membagikan beragam kabar

 

22.12.22

adakalanya pagi sudah terlalu enggan

menyapa kejenuhan yang terbawa dari mimpi

lekaslah berlari atau berjalan saja

seperti detik waktu yang berputar satu satu

Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.

Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Kunjungi juga Instagram @jawapos.radarlawu. Salam.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer