Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Sekadar Awan Indah, Polar Stratospheric Clouds Punya Peran dalam Kerusakan Ozon

T
Source : matalalta
Source : matalalta

Advertisement

Jawa Pos Radar Lawu - Di langit wilayah kutub, terdapat jenis awan yang tampak begitu indah hingga dijuluki nacreous atau mother-of-pearl clouds namun dibaliknya awan yang dikenal sebagai polar stratospheric clouds (PSCs) ini justru memiliki peran penting dalam proses terbentuknya lubang ozon di Antarktika dan Arktik.

Mengenal Polar Stratospheric Clouds

Polar stratospheric clouds merupakan awan yang terbentuk di lapisan stratosfer, tepatnya pada ketinggian sekitar 15–25 kilometer yang biasanya muncul di wilayah sekitar kutub dengan garis lintang lebih dari 60°S, terutama ketika musim dingin hingga awal musim semi.

Advertisement

Keberadaan PSC menjadi perhatian para ilmuwan karena permukaan partikel penyusunnya dapat menjadi tempat berlangsungnya reaksi kimia tertentu seperti radikal klorin bebas di stratosfer yang kemudian dapat menghancurkan molekul ozon.

Dengan kata lain, awan ini bukan penyebab tunggal lubang ozon, tetapi menyediakan kondisi yang membantu berlangsungnya proses kimia yang mempercepat penipisan lapisan ozon.

Advertisement

Ada Dua Jenis Polar Stratospheric Clouds

Tipe II, Awan yang Tampak Seperti Mutiara

PSC Tipe II tersusun atas kristal es dan terbentuk ketika suhu turun hingga berada di bawah titik beku es, biasanya kurang dari −78°C. Jenis ini juga dikenal sebagai awan nacreous atau mother-of-pearl clouds karena dapat menampilkan penampakan yang menyerupai mutiara.

Tipe I, Lebih Tipis dan Mengandung Asam

Berbeda dengan Tipe II, PSC Tipe I memiliki tampilan optik yang jauh lebih tipis. Awan ini dapat terbentuk pada suhu sekitar 5–8°C di atas titik beku es dan terutama terdiri atas tetesan yang mengandung asam nitrat serta asam sulfat.

Kedua jenis awan tersebut memiliki peran dalam proses kimia di stratosfer yang berkaitan dengan penipisan ozon.

Mengapa PSC Penting bagi Penelitian Ozon?

Meski penelitian mengenai PSC telah berlangsung selama puluhan tahun, para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami pola kemunculannya karena perlu mempelajari lebih dalam mengenai waktu dan durasi keberadaan awan, wilayah persebarannya, distribusi berdasarkan ketinggian, hingga perubahan dari tahun ke tahun.

Informasi tersebut penting karena ketidakpastian mengenai karakteristik PSC dapat memengaruhi ketepatan model yang digunakan untuk memperkirakan penipisan ozon.

Bagaimana Ilmuwan Mengamatinya?

Salah satu alat yang digunakan untuk mempelajari awan stratosfer kutub adalah Davis LIDAR, yang telah melakukan pengamatan sejak 2001 dengan menggunakan laser untuk mengukur hamburan cahaya di atmosfer hingga menghasilkan profil berdasarkan ketinggian.

Advertisement

Artikel Terkait

Wisata Danau Laut Tawar Aceh Tengah, Pesona Alam Gayo dengan Legenda Putri Pukes

Wisata Danau Laut Tawar Aceh Tengah, Pesona Alam Gayo dengan Legenda Putri Pukes

Jelajahi Danau Laut Tawar di Aceh Tengah, mulai dari legenda Putri Pukes hingga ikan depik. Simak daya tarik, aktivitas, tiket, dan rutenya!

Sinopsis Perjanjian Gaib, Sepasang Kekasih yang Rela Melakukan Apa Saja Demi Menikmati Kekayaan

Sinopsis Perjanjian Gaib, Sepasang Kekasih yang Rela Melakukan Apa Saja Demi Menikmati Kekayaan

Sinopsis Perjanjian Gaib mengisahkan dua pasangan muda yang ingin mendapatkan kekayaan secara instan dan rela melakukan apapun. Simak cerita selengkapnya!

Film Comic 8: Casino Kings Part 1, Misi Penyamaran Delapan Agen Rahasia di Kasino Berbahaya

Film Comic 8: Casino Kings Part 1, Misi Penyamaran Delapan Agen Rahasia di Kasino Berbahaya

Sinopsis Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), aksi delapan agen rahasia yang menyamar sebagai komika untuk memburu The King. Simak selengkapnya!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer