Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral Orasi Pelajar SMA Nepal, Suara Gen Z Menggema hingga Guncang Pemerintah

Nur Wachid • Jumat, 12 September 2025 | 21:39 WIB

Abiskar Raut
Abiskar Raut

Jawa Pos Radar Lawu - Dari ruang kelas sederhana, suara lantang seorang siswa SMA berubah menjadi simbol keberanian generasi muda.

Kata-kata penuh emosi itu menjelma sebagai suara Gen Z yang menyerukan perubahan dan menolak ketidakadilan.

Gelombang aksi pun tak terbendung, membuat semangat anak muda semakin menguat dan menggema hingga guncang pemerintah.

Kini, orasi tersebut dianggap sebagai titik balik perlawanan Gen Z di Nepal.

Siapa Sosok Pelajar SMA & Video Orasinya

Pelajar yang menjadi viral adalah Abiskar Raut, head boy dari Holy Bell English Secondary School.

Video pidato-nya, yang awalnya terekam dalam acara tahunan sekolah, kembali naik daun setelah dipublikasikan ulang di berbagai media sosial.

Dalam pidatonya, Raut menyuarakan keluh kesah kaum muda terhadap pengangguran, korupsi, dan ketidakadilan politik.

Ia menyebut bahwa generasi muda “terbelenggu oleh rantai pengangguran” dan “terperangkap dalam permainan politik yang egois.”

Pemicu dan Eskalasi Protes Gen Z

Protes massal yang dipicu oleh video tersebut tidak berdiri sendiri ia muncul di tengah kemarahan publik atas larangan pemerintah terhadap 26 platform media sosial karena tidak mendaftar menurut regulasi baru.

Generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa, melihatnya sebagai pelanggaran kebebasan berekspresi.

Di Kathmandu dan kota lain, demonstran mencoba memasuki kompleks parlemen, memicu bentrokan dengan polisi dan aparat keamanan.

Sekurangnya 19 orang meninggal dan ratusan lainnya terluka dalam protes yang berubah menjadi rusuh.

Tuntutan & Suara Gen Z yang Meluas

Kaum muda tidak hanya menuntut dicabutnya larangan media sosial, tetapi juga transparansi, pemerintahan bebas korupsi, dan peluang kerja yang adil.

Mereka menuntut elite politik untuk bertanggung jawab dan menghentikan praktik nepotisme serta penyalahgunaan kekuasaan.

Banyak demonstran mengenakan seragam sekolah ataupun pakaian kasual, mempertegas bahwa suara mereka datang dari komunitas pelajar biasa yang selama ini dianggap pasif.

Dampak Nyata & Respons Pemerintah

Setelah protes meluas dan menelan korban, pemerintah Nepal akhirnya mencabut larangan terhadap media sosial.

Perdana Menteri K.P. Sharma Oli menyatakan mundur sebagai dampak dari tekanan publik yang besar.

Pemerintah menyebut akan membentuk panel investigasi untuk menyelidiki penggunaan kekerasan aparat keamanan serta mencari solusi atas masalah-masalah mendasar seperti ketidaksetaraan ekonomi dan korupsi.

Pidato Abiskar Raut telah mengubah suara sekolah menjadi gerakan besar.

Dari orasi sederhana, Gen Z Nepal bangkit, mengguncang pemerintah, dan membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi kekuatan perubahan nyata. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#nepal #guncang pemerintah #siswa sma #Gen Z #Orasi