Jawa Pos Radar Lawu – Sejumlah perusahaan di Korea Selatan mulai menguji coba skema kerja empat hari dalam seminggu sebagai bagian dari inovasi manajemen tenaga kerja.
Program ini sudah diterapkan sejak 2023 dan berlangsung selama enam bulan dengan sistem rotasi.
Go Kyoung-min, seorang perawat di Rumah Sakit Severance, Seoul, mengaku merasakan manfaat besar dari skema baru ini.
Ia bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarganya, terutama kedua putrinya yang masih kecil.
“Aku bisa menjemput mereka dari daycare. Dulu mereka harus dijemput kakek-neneknya. Sekarang, mereka menantiku,” ujar Go, dikutip Al-Jazeera.
RS Severance Jadi yang Pertama
Rumah Sakit Severance tercatat sebagai institusi pertama di Korea Selatan yang menerapkan sistem ini.
Beberapa perusahaan besar, seperti Kakao VX dan Cafe24, juga mulai mencoba pola serupa.
Pemerintah Korea Selatan, melalui Proyek Gyeonggi, mendorong sistem kerja fleksibel untuk memperluas kesempatan bagi institusi besar maupun UMKM.
Dampak Positif Bagi Karyawan
Hasil awal menunjukkan adanya dampak positif.
Karyawan yang hanya bekerja empat hari dalam seminggu justru lebih produktif, dengan tingkat kepuasan kerja meningkat hingga 19,5 persen dibanding sistem lima hari kerja.
Menurut Korea Worker Institute, kebijakan ini juga berpotensi memperbaiki kualitas hidup para pekerja, bukan hanya secara ekonomi tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keluarga. (fin)
Editor : AA Arsyadani