Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pesan Terakhir Korban Mutilasi dalam Koper di Ngawi untuk Ayah dan Pengasuh Dua Anaknya  

Asep Syaeful • Sabtu, 25 Januari 2025 | 00:59 WIB
Pesan terakhir korban mutilasi dalam koper di Ngawi yang disampaikan kepada ayah dan pengasuh dua anaknya.
Pesan terakhir korban mutilasi dalam koper di Ngawi yang disampaikan kepada ayah dan pengasuh dua anaknya.

NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Tragedi memilukan menimpa Uswatun Khasanah (29), seorang janda dua anak asal Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Ia ditemukan tewas mengenaskan dalam koper yang dibuang di selokan TPS Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi.

Keluarganya kini dipenuhi duka mendalam setelah memastikan identitas korban berdasarkan ciri-ciri yang dikenali.

Hendi Suprapto (42), ayah tiri korban, datang ke kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi pada Rabu (24/1) untuk memastikan jasad yang ditemukan adalah anak tirinya.

“Setelah melihat foto korban dan ciri-cirinya, 90 persen kami yakin itu anak kami. Gelang, sandal, dan tindik yang dikenakannya sama,” ujar Hendi.

Hendi juga mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Selasa (21/1) melalui pesan WhatsApp yang hanya centang satu.

"Sejak itu tidak ada kabar lagi. Kami sangat terpukul dan berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Korban Mutilasi dalam Koper di Ngawi Tinggalkan Dua Anak

Ana Yuliani (29), pengasuh dua anak korban, tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia menceritakan bahwa korban terakhir kali pamit dari rumah pada Jumat (17/1/2025) menuju Tulungagung, tempatnya bekerja.

Korban diketahui rutin bekerja di Tulungagung untuk menafkahi kedua anaknya yang masih berusia 7 dan 10 tahun.

Baca Juga: Kutitipan Anakku pada-Mu, Pesan Haru Korban Mutilasi dalam Koper di Ngawi

Baca Juga: Asal Blitar, Identitas Mayat dalam Koper Korban Mutilasi di Ngawi Berinisial US, Identik dengan Ciri-Ciri Identifikasi Kepolisian

“Biasanya dia pulang seminggu sekali untuk bertemu anak-anak. Dia tidak pernah mengeluh ada masalah, bahkan tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya,” ungkap Ana.

Korban diketahui telah bercerai dengan suaminya sejak lama dan menghidupi kedua anaknya seorang diri.

“Dia pamit seperti biasa dan terus berkomunikasi sampai Minggu (19/1/2025), tapi hari Senin sudah tidak bisa dihubungi lagi,” lanjutnya.

Kejadian ini menjadi peringatan serius terhadap maraknya kekerasan dengan modus keji. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini untuk menangkap pelaku di balik misteri mutilasi dalam koperi di Ngawi. (sae/kid)

Editor : Nur Wachid
#pesan #ayah #update #mayat #anak #blitar #ngawi #mutilasi #korban #tulungagung