Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ngawi Mulai Panen, Harga Beras Perlahan Turun, Bapanas Beberkan Penjelasannya

Deni Kurniawan • Rabu, 6 Maret 2024 | 01:00 WIB
Ilustrasi petani panen (DOKUMEN RADAR MADIUN)
Ilustrasi petani panen (DOKUMEN RADAR MADIUN)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu - Harga beras di pasaran diklaim mulai turun oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Hal itu disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

Dia mengklaim, harga beras di pasaran turun menjadi Rp 14.000 per kilogram (kg) setelah harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani juga turun.

Salah satu pemicunya, daerah penghasil seperti Ngawi yang sudah mulai memasuki masa panen. 

"Jadi hari ini dengan harga gabah Rp 7.040 per kg, maka otomatis beras itu akan terkoreksi sekitar Rp 2.000. Jadi, harganya sekitar Rp 14.000 per kg," kata Arif, via ANTARA, Senin (4/3).

Arief menyampaikan bahwa saat ini harga GKP mulai turun dari sebelumnya di atas Rp 8.000 per kg, kini secara nasional rata-rata berada di harga Rp 7.040 per kg.

Dia meyakini, harga gabah tersebut sudah turun maka harga beras juga akan terkoreksi signifikan.

Menurut Arief beras sempat mahal lantaran kenaikan harga GKP yang juga mengalami kenaikan. Biasanya, cara simpel menghitung harga beras yaitu dua kali lipat harga GKP.

"Selalu kami sampaikan agar mudah menghitungnya, kalau harganya Rp 8.000 atau Rp 9.000 per kg, berarti harga berasnya tinggal kalikan dua, jadi Rp 16.000 atau Rp 18.000 per kg," jelasnya.

Menurut Arief, turunnya harga GKP dan harga beras di pasaran setelah memasuki musim panen raya pada Maret-April yang diprediksi akan mencapai 3,5 juta ton.

"Harga akan mulai terkoreksi seiring dengan berjalannya panen yang angkanya kurang lebih 3-3,5 juta ton dari kebutuhan kita 2,5-2,6 juta ton," sebut Arief.

"Panen di Lamongan, Tuban Bojonegoro, Sragen, Ngawi, Demak Grobogan, Lampung, Sumsel, sudah dimulai," sambungnya. (den)

 

Editor : Deni Kurniawan
#gabah #GKP #harga #beras #panen #ngawi