Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Google Bantah Tuduhan Gunakan Gmail untuk Melatih Sistem AI

A
Penulis: AA Arsyadani❯
Kantor Google di London, Inggris.
Kantor Google di London, Inggris.

Jawa Pos Radar Lawu - Google menepis tuduhan yang beredar di media sosial mengenai penggunaan pesan dan lampiran di Gmail untuk melatih model kecerdasan buatan (AI).


Advertisement

Beberapa unggahan dan artikel viral, termasuk dari Malwarebytes, mengklaim Google telah mengubah kebijakannya agar bisa memanfaatkan konten Gmail untuk pelatihan model AI.

Menurut siaran The Verge pada Sabtu (22/11), laporan tersebut menyebutkan satu-satunya cara mencegah penggunaan data Gmail untuk pelatihan AI adalah menonaktifkan fitur pintar seperti pemeriksa ejaan.

Namun, juru bicara Google, Jenny Thomson, menyatakan laporan itu menyesatkan.

Advertisement

“Kami tidak mengubah pengaturan siapa pun. Gmail Smart Features sudah ada selama bertahun-tahun, dan kami tidak menggunakan konten Gmail Anda untuk melatih model AI Gemini,” ujar Jenny.

Google memang memperbarui pengaturan personalisasi fitur pintar Gmail pada Januari lalu, yang memungkinkan pengguna mematikan fitur Workspace atau layanan Google lain seperti Maps dan Wallet secara terpisah.

Fitur pintar Gmail mencakup pemeriksa ejaan, pelacakan pesanan, hingga kemudahan menambahkan jadwal penerbangan ke kalender.

Advertisement

Menurut pengaturan layanan, mengaktifkan fitur di Workspace berarti pengguna setuju mengizinkan Google Workspace mempersonalisasi pengalaman pengguna.

Namun, Google menegaskan konten email tidak digunakan atau diproses untuk melatih sistem AI. (fin)

Advertisement

Artikel Terkait

Bangun Data Center di Indonesia, Apakah Bijak atau Menunggu Bencana?

Bangun Data Center di Indonesia, Apakah Bijak atau Menunggu Bencana?

Setelah banyaknya komplain mengenai datacenter di belahan dunia lain, malah ada desas desus akan dibangunnya datacenter di Indonesia.

AI Kini Bisa Kendalikan Plasma Fusi Lebih Cepat dari Manusia, Cuma Butuh Milidetik

AI Kini Bisa Kendalikan Plasma Fusi Lebih Cepat dari Manusia, Cuma Butuh Milidetik

AI baru dari Princeton mampu mengendalikan plasma fusi dalam hitungan milidetik. Simak cara kerjanya dan temuan terbaru para peneliti!

Snapdragon Wear Elite Resmi Diumumkan, Bawa AI Lokal ke Smartwatch hingga Perangkat Wearable

Snapdragon Wear Elite Resmi Diumumkan, Bawa AI Lokal ke Smartwatch hingga Perangkat Wearable

Qualcomm meluncurkan Snapdragon Wear Elite dengan AI on-device untuk smartwatch dan perangkat wearable.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer