Jawa Pos Radar Lawu - Tanaman selasih dan kemangi sering kali disangka sama oleh sebagian orang, karena keduanya memiliki bentuk daun yang hampir mirip, aroma yang menyengat, serta berasal dari keluarga tumbuhan yang sama, yakni Lamiaceae.
Meskipun serupa, kedua tanaman ini sebenarnya memiliki banyak perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi morfologi, rasa, hingga pemanfaatannya dalam kuliner dan kesehatan.
Agar tidak keliru lagi dalam membedakan keduanya, simak penjelasan lengkap berikut mengenai perbedaan selasih dan kemangi.
Baca Juga: 10 Tanaman Pengusir Nyamuk Alami yang Efektif dan Mudah Dirawat di Rumah
1. Perbedaan dari Segi Biji
Salah satu perbedaan paling mencolok antara selasih dan kemangi terletak pada bijinya.
- Biji Selasih (Ocimum basilicum) sangat dikenal dan banyak dimanfaatkan, terutama dalam minuman tradisional seperti es campur, es buah, hingga minuman herbal. Ketika direndam air, biji selasih akan mengembang dan membentuk lapisan seperti gel yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk membantu pencernaan dan menjaga hidrasi tubuh.
- Kemangi (Ocimum x africanum), meskipun juga berbunga, tidak menghasilkan biji yang umum digunakan dalam kuliner atau pengobatan.
2. Perbedaan Warna dan Tekstur Daun
- Daun selasih cenderung berwarna hijau pucat dengan tekstur permukaan yang lebih halus dan lembut.
- Sementara itu, daun kemangi berwarna hijau terang, bertekstur lebih kasar, dan memiliki tepi daun yang sedikit bergerigi.
Baca Juga: 10 Tanaman Hias Depan Rumah Cantik dan Mudah Dirawat: Solusi Praktis untuk Rumah Lebih Asri
3. Perbedaan Bunga
Bunga dari kedua tanaman ini juga memiliki perbedaan visual:
- Selasih memiliki bunga berwarna coklat kehitaman, tumbuh dalam tandan yang padat dan rapat.
- Sebaliknya, kemangi memiliki bunga berwarna putih, yang tumbuh dalam bentuk tandan lebih jarang dan renggang.
4. Asal-usul dan Persebaran
- Selasih berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama India dan sekitarnya. Tanaman ini sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kuliner khas Asia serta Mediterania.
- Kemangi, meskipun juga berasal dari Asia, lebih populer dalam masakan Asia Tenggara, seperti di Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
5. Aroma dan Rasa
- Selasih memiliki aroma yang lebih manis dan lembut, dengan sedikit sentuhan cengkeh atau anise. Rasanya pun ringan dan tidak terlalu tajam di lidah.
- Sementara itu, kemangi menawarkan aroma yang lebih kuat dan menyengat, dengan sensasi lemon atau jeruk yang khas. Rasanya juga lebih tajam dan pedas, cocok untuk menyempurnakan cita rasa masakan khas Indonesia.
6. Penggunaan dalam Kuliner
- Selasih banyak digunakan dalam masakan Barat, terutama dalam hidangan Italia seperti pesto, saus pasta, dan salad. Selain itu, bijinya sangat populer sebagai pelengkap minuman dingin.
- Kemangi lebih umum ditemukan dalam masakan Asia, khususnya Indonesia. Daunnya sering dijadikan lalapan, serta bahan pelengkap dalam hidangan tradisional seperti pepes ikan, urap, sambal, dan sayur asem.
Meski berasal dari keluarga tumbuhan yang sama, selasih dan kemangi memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi bentuk, aroma, hingga manfaat. (fin)
Editor : AA Arsyadani