Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah gempuran kuliner modern, pecel Madiun tetap menjadi primadona yang tak lekang oleh waktu.
Aroma bumbu kacang yang harum, rempeyek renyah, serta aneka sayur segar menjadikan kuliner ini selalu dirindukan para pecinta makanan tradisional.
Menariknya, meski statusnya legendaris, banyak penjual pecel di Madiun yang tetap mempertahankan harga terjangkau bagi semua kalangan.
Salah satu yang menjadi incaran wisatawan adalah warung pecel kaki lima yang tersebar di pusat kota.
Dengan harga mulai Rp10.000–Rp15.000 per porsi, pengunjung sudah bisa menikmati paduan sayur kangkung, kecambah, daun singkong, dan kacang panjang yang disiram bumbu kacang khas Madiun kental, gurih, dan sedikit pedas, dengan aroma daun jeruk yang kuat.
Beberapa warung pecel legendaris bahkan telah berdiri puluhan tahun dan dikelola turun-temurun. Meski begitu, mereka tetap menjaga kualitas bahan baku dan rasa autentiknya.
Rempeyek kacang yang renyah dan gurih menjadi pendamping wajib yang selalu diserbu pelanggan.
"Yang kami jaga itu rasa asli. Walaupun bahan baku naik turun, kami berusaha mempertahankan harga agar tetap terjangkau," ujar salah satu pedagang pecel yang sudah berjualan lebih dari dua dekade.
Selain rasanya yang khas, sebagian besar warung pecel Madiun buka sejak subuh.
Tak heran, pecel sering menjadi pilihan sarapan favorit warga lokal maupun pendatang.
Banyak wisatawan mengaku rela datang pagi-pagi untuk mendapatkan porsi terbaik sebelum stok habis.
Dengan rasa yang konsisten, sejarah panjang, dan harga yang tidak membebani dompet, pecel Madiun terus menjadi ikon kuliner yang membanggakan kota ini.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Madiun, menikmati seporsi pecel legendaris adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan.
Editor : Nur Wachid