
Jawa Pos Radar Lawu - Rumah minimalis yang nyaman kini sedang menjadi trend di kalangan masyarakat.
Hunian yang mampu menumbuhkan keharmonisan dengab konsep dekat dengan alam cukup menjadi incaran.
Terutama rumah yang didesain dengan konsep feng shui, yakni salah satu teknik penataan rumah yang memperhatikan berbagai aspek sehingga membuat penghuninya merasa betah.
Peletakan furniture yang memperhatikan Qi atau kekuatan alam seperti pencahayaan sinar matahari dan beberapa tumbuhan.
Qi merupakan konsep dasar yang pertama dalam mendesain rumah feng shui.
Konsep ini sangat berkaitan dengan konsep dasar feng shui yang kedua, yakni konsep dasar Yin dan Yang.
Dilansir dari komunitas feng shui fengshuisociety.org.uk, konsep Yin dan Yang merupakan interkoneksi dan perubahan yang berkelanjutan yang berkitan dengan proses alam secara dinamis.
Konsep Yin dan Yang menjadi konsep yang paling dasar bagi filosofi budaya Tiongkok, terutama feng shui.
Misalnya adalah yang tercermin dalam persepsi Tao dan Yijin, yaitu seperti cahaya dan bayangan, dalam dan luar, gerak dan diam.
Yin dan Yang merupakan konsep keseimbangan yang dapat menciptakan harmoni dan stabilitas seuatu tempat.
Namun keseimbangan ini akan terganggu apabila terdapat terlalu banyak salah satu atas yang lain.
Misalnya, rumah akan menjadi suram apabila kurang mendapatkan pencahayaan secara alami dari luar ketika siang.
Oleh sebab itu diperlukan adanya penataan ventilasi yang cukup agar sinar matahari dapat masuk kedalam ruang rumah untuk membantu penyinaran secara alami pada siang hari. (*)
