
Jawa Pos Radar Lawu - Kata Feng Shui sudah tidak asing lagi bagi sebagain orang yang mempercayainya, terutama orang-orang keturunan China. Hal ini dikarenakan Feng Shui dipercaya membawa keberuntungan.
Setelah mengetahui sejarah feng shui yang ternya berasal dari zaman Tiongkok kuno, ternyata feng shui telah mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu.
Perkembangan feng shui dari masa ke masa
Baca Juga: Feng Shui China : Sejarah Singkat Feng Shui
Praktik feng shui hingga saat ini masih tetap menjadi bagian yang tidak dapat dipiahkan dari budaya Tiongkok.
Bahkan komunisme hanya dapat menghentikan feng shui sementara waktu. Ternyata hal tersebut adalah karena feng shui sendiri memiliki unsur-unsur yang lebih mistis dari yang diketahui khalayak.
Dilansir dari komunitas feng shui fengshuisociety.org.uk, feng shui pernah dimanfaatkan orang Tingkok untuk memperoleh keberuntungan mereka di Hong Kong.
Hal ini dibuktikan dalam pembangunan gedung Bank of China yang mampu memaksimalkan kapasitasnya sehingga berhasil memberikan bantuan bisnis dan perkembangan pada individu.
Dalam praktik klasik, feng shui menjadi berkembang karena konsep observasi yang rinci dan cermat terhadap lingkungan alam dengan bangunan buatan manusia.
Namun pada zaman sekarang, orang-orang lebih mempertimbangkan paralel yang mana merupakan cara mengetahu energi bumi yang mempengaruhi tempat dan bagaimana energi tersebut pada gilirannya mampu mempengaruhi penghuninya.
Memang, di masa lalu feng shui pada dasarnya dibentuk dari generasi ke generasi melalui paradigma budaya Tiongkok yang kental dengan geografi dan struktur sosial yang unik.
Namun pada hakikatnya, feng shui tidak sepenuhnya bergantung pada aspek budayanya dan dapan disintesiskan dengan badan pengetahuan lain.
Dengan demikian feng shui akan dapat diterapkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan khusus orang dan tempat di seluruh dunia. (*)



