Jawa Pos Radar Lawu - Mie instan menjadi salah satu makanan paling praktis dan digemari banyak orang.
Proses memasaknya cepat, rasanya gurih, dan harganya relatif terjangkau. Tak heran jika mie instan kerap dijadikan solusi saat lapar datang tiba-tiba atau ketika waktu memasak terbatas.
Di Indonesia, mie instan bahkan sering dikonsumsi bersamaan dengan nasi. Kombinasi dua sumber karbohidrat ini dianggap lebih mengenyangkan dan “mantap”.
Namun di balik rasa nikmatnya, kebiasaan makan mie instan pakai nasi menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Mie instan termasuk makanan olahan dengan kandungan karbohidrat, lemak, dan natrium yang cukup tinggi, sementara kandungan protein, serat, vitamin, dan mineralnya relatif rendah.
Jika dikonsumsi berlebihan, apalagi dikombinasikan dengan nasi, dampaknya terhadap kesehatan bisa semakin besar.
Dikutip dari berbagai sumber kesehatan, berikut 5 risiko kesehatan yang mengintai jika terlalu sering mengonsumsi mie instan bersama nasi.
1. Asupan Karbohidrat Berlebihan
Baik mie instan maupun nasi sama-sama merupakan sumber karbohidrat. Mengonsumsinya secara bersamaan membuat asupan karbohidrat melonjak drastis dalam satu kali makan.
Akibatnya, tubuh cepat merasa kenyang, tetapi kebutuhan nutrisi lain seperti protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral justru tidak terpenuhi secara optimal.
Pola makan seperti ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi.
2. Meningkatkan Risiko Diabetes
Satu porsi mie instan yang dikombinasikan dengan nasi dapat menyumbang sekitar 700–750 kalori, sebagian besar berasal dari karbohidrat.
Karbohidrat berlebih akan dipecah menjadi gula di dalam tubuh dan memicu lonjakan hormon insulin.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, sensitivitas insulin dapat menurun. Dalam jangka panjang, hal tersebut meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.
3. Memicu Obesitas
Kebiasaan makan mie instan pakai nasi juga berkaitan erat dengan peningkatan berat badan.
Karbohidrat berlebih yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan dalam bentuk lemak.
Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, penumpukan lemak ini dapat menyebabkan obesitas.
Kondisi obesitas sendiri menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan pernapasan saat tidur (obstructive sleep apnea).
4. Berisiko Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi
Mie instan mengandung natrium dan monosodium glutamat (MSG) dalam jumlah cukup tinggi.
Konsumsi natrium berlebihan dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam.
Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko hipertensi pun meningkat, yang selanjutnya dapat berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.
5. Mengganggu Sistem Pencernaan
Pada sebagian orang, konsumsi mie instan berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti nyeri lambung, kembung, hingga diare.
Makanan instan memerlukan waktu cukup lama untuk dicerna tubuh, bahkan bisa mencapai sekitar dua hari.
Jika dikonsumsi hampir setiap hari, sistem pencernaan dapat bekerja lebih berat dan menimbulkan keluhan yang berulang. (cor)
Editor : Andi Chorniawan