Sel T Punya Indra Tersembunyi yang Selama Ini Tak Disadari, Ini yang Mereka Rasakan

Jawa Pos Radar Lawu - Sel imun selama ini dikenal sebagai pasukan tubuh yang membaca berbagai sinyal kimia untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemampuan mereka ternyata lebih kompleks. Sel T dapat mendeteksi seberapa kaku jaringan di sekitarnya, lalu menggunakan informasi tersebut untuk memengaruhi perkembangan menjadi sel memori yang mampu memberikan perlindungan jangka panjang.
Temuan dari McGill University ini mengubah cara ilmuwan memahami pembentukan memori sistem kekebalan tubuh. Selama ini, para peneliti lebih banyak berfokus pada sinyal kimia yang mengatur perilaku sel T. Studi baru menunjukkan bahwa kondisi fisik lingkungan tempat sel berada juga dapat ikut menentukan nasibnya.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Immunology menemukan bahwa ketika sel T berada di lingkungan yang semakin kaku, sel tersebut semakin mungkin menunjukkan karakteristik yang berkaitan dengan tissue-resident memory T cells, atau sel T memori yang menetap di jaringan.
Sel-sel tersebut penting karena dapat bertahan di dalam jaringan setelah infeksi berlalu dan memberikan respons lebih cepat ketika ancaman yang sama kembali muncul.
Sel Imun Ternyata Bisa “Merasakan” Lingkungan
Sel T merupakan bagian penting dari sistem kekebalan adaptif. Setelah tubuh menghadapi infeksi, sebagian sel T dapat berubah menjadi sel memori yang bertahan lebih lama.
Sel memori tersebut berfungsi seperti sistem pengingat biologis. Jika patogen yang sama kembali menyerang, tubuh dapat merespons dengan lebih cepat dibandingkan ketika pertama kali menghadapi ancaman tersebut.
Selama ini, perkembangan sel T memori lebih banyak dipahami melalui pengaruh sinyal kimia. Namun, penelitian McGill menunjukkan bahwa faktor fisik dari lingkungan jaringan juga dapat ikut menentukan perilaku sel tersebut.
Kekakuan Jaringan Jadi Sinyal Baru
Para peneliti menemukan bahwa sel T dapat mendeteksi tingkat kekakuan lingkungan tempat mereka berada.
Dengan kata lain, sel tersebut bukan hanya menerima pesan dalam bentuk molekul kimia. Mereka juga dapat merespons karakteristik mekanis dari lingkungan fisiknya.
Penemuan ini menunjukkan bahwa jaringan tubuh bukan sekadar tempat bagi sel imun untuk hidup. Kondisi fisik jaringan ternyata dapat menjadi bagian dari informasi yang digunakan sel untuk menentukan perilakunya.



