Bukan Liburan Panjang, Short Getaway Justru Makin Diminati Wisatawan

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:15 WIB
Short Getaway, Tren Liburan Singkat yang Makin Populer. Foto: genvoice.id
Short Getaway, Tren Liburan Singkat yang Makin Populer. Foto: genvoice.id

Jawa Pos Radar Lawu - Tidak semua liburan harus berlangsung berhari-hari. Di tengah rutinitas yang padat, perjalanan singkat justru menjadi pilihan bagi banyak wisatawan untuk melepas penat tanpa harus mengambil waktu terlalu panjang.

Tren short getaway pun tetap menjadi salah satu gaya liburan yang diminati, terutama ketika kalender nasional menghadirkan momentum libur dan cuti bersama. 

Sepanjang 2025, aktivitas perjalanan masyarakat terus menunjukkan perkembangan seiring adanya hari libur nasional, cuti bersama, hingga momentum Natal dan Tahun Baru.

Beberapa perjalanan pun semakin beragam, mulai dari mengunjungi kota terdekat hingga melakukan perjalanan lintas pulau maupun ke luar negeri.

Short Getaway Masih Mendominasi Pola Liburan

Berdasarkan tren pemesanan di tiket.com sepanjang kuartal IV 2025, pemesanan akomodasi mengalami pertumbuhan 12 persen dibandingkan kuartal I 2025.

Peningkatan tersebut terutama terlihat ketika memasuki periode Natal dan Tahun Baru. Kebutuhan terhadap akomodasi meningkat di sejumlah kota dan destinasi wisata, dengan puncak pemesanan terjadi pada minggu Natal, yakni 21–27 Desember 2025.

Meski pilihan destinasi semakin beragam, perjalanan singkat masih menjadi pola yang banyak dilakukan wisatawan. Rata-rata durasi menginap pada kuartal IV 2025 tercatat relatif stabil, yaitu sekitar 1,5 hari.

Liburan singkat dapat menjadi alternatif ketika masyarakat ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus menyesuaikannya dengan waktu luang yang tersedia.

Baca Juga: Wisata Tanjung Bajau Singkawang Punya Alligator Gar Albino Langka, Sudah Pernah Lihat?

Lima Destinasi Domestik Favorit untuk Liburan Singkat

Tren short getaway juga terlihat dari pilihan destinasi wisatawan. Sejumlah kota besar menjadi tujuan favorit untuk perjalanan domestik.

Beberapa destinasi yang banyak dipilih untuk liburan singkat antara lain:

Kota-kota tersebut memiliki karakter yang berbeda, tetapi sama-sama menawarkan pilihan wisata dan akomodasi yang dapat disesuaikan dengan durasi perjalanan yang relatif singkat.

Bogor Mulai Menunjukkan Daya Tarik Lebih Besar

Salah satu hal menarik dari tren perjalanan tersebut adalah masuknya Bogor ke dalam lima besar kota dengan pemesanan akomodasi terbanyak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa wisatawan mulai semakin tertarik mengeksplorasi destinasi yang memiliki akses relatif mudah dan sesuai untuk perjalanan singkat. Bagi masyarakat yang tidak ingin melakukan perjalanan terlalu jauh, destinasi seperti Bogor dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan suasana berbeda tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

Baca Juga: Lebih Tua dari Angkor Wat? Fakta Candi Prambanan yang Masih Jarang Diketahui Wisatawan

Wisatawan Semakin Fleksibel Memilih Destinasi

Selain memilih perjalanan singkat, wisatawan juga semakin eksploratif dalam menentukan tujuan. Mereka tidak hanya berfokus pada destinasi yang sudah populer, tetapi mulai mempertimbangkan berbagai pilihan berdasarkan waktu, aksesibilitas, dan momentum liburan.

Gaya perjalanan yang fleksibel tersebut membuat kalender liburan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kapan dan ke mana wisatawan akan bepergian.

Asia Tenggara Tetap Jadi Pilihan untuk Liburan Internasional

Tidak hanya perjalanan domestik, wisatawan juga mulai melirik destinasi internasional dengan jarak yang relatif dekat. Asia Tenggara masih menjadi kawasan yang banyak dipilih untuk perjalanan luar negeri.

Beberapa negara yang menjadi pilihan antara lain:

Wisatawan dapat memperoleh pengalaman internasional tanpa harus merencanakan perjalanan dengan durasi yang terlalu panjang.

Gaya Liburan Kini Semakin Menyesuaikan Kebutuhan

Tren short getaway menunjukkan bahwa pola perjalanan masyarakat terus berkembang. Liburan tidak lagi selalu identik dengan perjalanan panjang yang membutuhkan persiapan berbulan-bulan.

Sebaliknya, perjalanan singkat dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kalender liburan, waktu luang, hingga destinasi yang mudah dijangkau.

Short Getaway bukan sekadar tren perjalanan singkat. Bagi sebagian wisatawan, konsep ini menjadi cara praktis untuk tetap menikmati liburan di tengah kesibukan, sekaligus membuka kesempatan mengeksplorasi lebih banyak destinasi tanpa harus menunggu waktu libur yang panjang.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : lanskap.id
Short Getaway Tren Wisata travel wisata indonesia Liburan 2025