Jawa Pos Radar Lawu - Buat yang masih sendiri dan sedang mencari tempat wisata yang bukan cuma indah, Danau Ninivala di Maluku mungkin bisa masuk daftar perjalanan. Selain menawarkan air berwarna biru kehijauan yang jernih, tempat ini juga dikenal masyarakat sebagai “mata air jodoh” karena memiliki mitos tentang datangnya jodoh.
Danau Ninivala berada di Desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Lokasinya berada di kawasan Pulau Seram dan dikenal sebagai salah satu destinasi tersembunyi dengan suasana alam yang masih asri. ANTARA bahkan menyebut Ninivala sebagai telaga biru tersembunyi di Seram dan mencatat julukannya sebagai “mata air jodoh.”
Air Biru Jernih yang Terlihat Seperti Mendidih
Salah satu hal yang membuat Danau Ninivala berbeda adalah permukaan airnya. Air berwarna biru kehijauan terlihat sangat jernih, sementara gelembung-gelembung terus muncul dari dalam air sehingga sekilas tampak seperti sedang mendidih.
Namun, airnya justru dikenal dingin dan segar, bukan panas. Gelembung tersebut dikaitkan dengan keluarnya air dari sumber bawah tanah melalui pori-pori tanah. Fenomena ini menjadi salah satu daya tarik unik Ninivala.
Keindahan airnya semakin terasa karena danau ini dikelilingi pepohonan hijau yang membuat suasananya sejuk dan alami. Di tengah danau juga terdapat dua pohon yang menjadi bagian dari cerita masyarakat setempat.
Baca Juga: Nama Pulau Seram Belum Tentu Sesuai Namanya Inilah Asal Usul Pulau Seram
Baca Juga: Dijuluki Maldives-nya Indonesia Pantai Ora Punya Laut Sebening Kaca
Kenapa Disebut Mata Air Jodoh?
Inilah bagian yang membuat Ninivala berbeda dari tempat wisata lainnya. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa orang yang mandi di Danau Ninivala sambil memikirkan orang yang dicintainya dipercaya dapat berjodoh. Karena mitos tersebut, Ninivala kemudian dikenal dengan sebutan “Air Jodoh” atau “Mata Air Jodoh.”
Dua pohon yang tumbuh di tengah danau juga dipercaya memiliki makna tersendiri. Dalam cerita masyarakat, keduanya menjadi simbol pasangan laki-laki dan perempuan. Karena itulah, keberadaan dua pohon tersebut semakin memperkuat kisah tentang jodoh yang berkembang di Ninivala.
Tentu saja, mitos tersebut merupakan kepercayaan masyarakat dan bukan jaminan seseorang akan mendapatkan jodoh setelah berenang di sana. Justru cerita inilah yang menjadi bagian dari daya tarik budaya dan kearifan lokal Danau Ninivala.
Perjalanan ke Ninivala Juga Jadi Petualangan
Untuk mencapai Danau Ninivala, perjalanan tidak bisa dilakukan seperti menuju tempat wisata yang berada di tengah kota. Dari permukiman Desa Piliana, pengunjung perlu berjalan kaki melewati jalur setapak dan beberapa aliran sungai.
ANTARA menyebut Ninivala sebagai destinasi yang tersembunyi, sementara sumber lain mencatat perjalanan menuju lokasi membutuhkan usaha lebih karena jalurnya masih alami.
Perjalanan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman. Setelah melewati kawasan hijau dan tiba di depan air biru Ninivala, suasana yang tenang membuat perjalanan panjang terasa sepadan.
Jadi, bagi para jomblo yang ingin mencari suasana baru, Danau Ninivala bukan hanya menawarkan pemandangan yang cantik. Ada air biru jernih, fenomena gelembung dari bawah tanah, hutan yang masih alami, serta cerita tentang “mata air jodoh” yang membuat tempat ini semakin menarik untuk dikunjungi. (*)
(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Indonesia Traveler, Antara News