Jawa Pos Radar Lawu - Berlibur ke Lombok rasanya belum lengkap tanpa mengenal Gunung Rinjani. Gunung yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ini memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadikannya gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya.
Keindahan alamnya membuat Rinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan menjadi salah satu destinasi pendakian paling populer di Asia Tenggara.
Punya Danau Vulkanik yang Ikonik
Salah satu daya tarik utama Gunung Rinjani adalah Danau Segara Anak yang berada di dalam kaldera raksasa. Danau seluas sekitar 1.100 hektare ini memiliki air berwarna kebiruan yang kontras dengan tebing-tebing vulkanik di sekelilingnya.
Di tengah danau juga berdiri Gunung Barujari, gunung api aktif yang menjadi bagian dari kompleks Gunung Rinjani. Pemandangan ini menjadi salah satu panorama alam paling ikonik di Indonesia.
Surga bagi Pecinta Pendakian
Gunung Rinjani menawarkan beberapa jalur pendakian populer, seperti Sembalun, Senaru, Torean, dan Timbanuh. Masing-masing memiliki karakter jalur yang berbeda, mulai dari padang savana, hutan tropis, hingga lembah dengan air terjun.
Tak hanya pendaki profesional, banyak wisatawan dari berbagai negara datang ke Rinjani untuk menikmati keindahan alamnya dan menyaksikan matahari terbit dari kawasan puncak maupun bibir kawah.
Baca Juga: Cari Destinasi Libur Akhir Tahun? Gili Pasir di NTB Ini Wajib Masuk Wishlist
Baca Juga: Ternyata Ada di Indonesia! Bukit Hijau Ini Punya Jalur Bernama Tanjakan Cinta
Bagian dari UNESCO Global Geopark
Keistimewaan Gunung Rinjani tidak hanya terletak pada pemandangannya. Pada tahun 2018, kawasan Rinjani-Lombok resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark berkat kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya masyarakat lokal yang masih terjaga hingga kini.
Tak heran jika Gunung Rinjani menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Lombok secara lebih dekat. (*)
(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, tnrinjani.id, UNESCO Global Geoparks