Jawa Pos Radar Lawu - Indonesia memiliki salah satu satwa paling unik di dunia, yaitu komodo (Varanus komodoensis). Meski sering dijuluki sebagai "dinosaurus yang masih hidup", komodo sebenarnya bukan dinosaurus, melainkan spesies kadal terbesar di dunia yang telah hidup selama jutaan tahun dan menjadi keturunan reptil purba.
Habitat alaminya hanya terdapat di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, yang meliputi Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, Nusa Kode, serta sebagian wilayah barat Pulau Flores. (UNESCO World Heritage Centre)
Bisa Tumbuh hingga Tiga Meter
Salah satu ciri khas komodo adalah ukuran tubuhnya yang sangat besar. Reptil ini dapat tumbuh hingga 3 meter dengan berat lebih dari 90 kilogram. Tubuhnya yang kokoh dipadukan dengan cakar tajam, ekor kuat, dan gigi bergerigi membuat komodo menjadi predator puncak di habitatnya.
Komodo juga memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Dengan lidah bercabang, satwa ini mampu mendeteksi keberadaan mangsa atau bangkai dari jarak beberapa kilometer. (Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute)
Rumah bagi Komodo dan Keindahan Alam
Tak hanya menjadi habitat komodo, kawasan Taman Nasional Komodo juga menawarkan panorama alam yang luar biasa. Perbukitan savana, pantai berpasir putih, hingga laut biru yang jernih menjadikan destinasi ini favorit wisatawan dari berbagai negara.
Di bawah lautnya, pengunjung dapat menemukan terumbu karang yang masih terjaga, berbagai jenis ikan tropis, penyu, hingga pari manta yang hidup di perairan sekitar taman nasional.
Baca Juga: Maldives Lewat Dulu! Pantai Pink di NTT Ini Punya Pesona yang Sulit Ditolak
Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO
Berkat keunikan satwa dan ekosistemnya, Taman Nasional Komodo resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991. Kawasan ini juga menjadi pusat konservasi komodo untuk memastikan spesies langka tersebut tetap lestari di habitat aslinya.
Karena berstatus kawasan konservasi, wisatawan yang berkunjung wajib mematuhi aturan yang berlaku dan didampingi pemandu saat menjelajahi Pulau Komodo. (*)
(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : UNESCO World Heritage Centre, Wonderful Indonesia, Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute