
Pantai ini termasuk salah satu dari segelintir pantai berpasir merah muda di dunia. Perpaduan pasir pink, laut biru toska, dan perbukitan hijau menciptakan panorama yang sulit dilupakan.
Warna Pink Berasal dari Proses Alami
Ciri khas utama Pink Beach tentu terletak pada warna pasirnya. Warna merah muda tersebut bukan berasal dari pewarna atau fenomena buatan, melainkan dari foraminifera, mikroorganisme laut yang menghasilkan pigmen merah pada terumbu karang.
Serpihan karang merah kemudian bercampur dengan pasir putih di sepanjang pantai, sehingga menghasilkan gradasi warna merah muda yang menjadi ikon Pink Beach.
Surga bagi Pecinta Snorkeling
Tak hanya indah di permukaan, Pink Beach juga menyimpan kekayaan bawah laut yang luar biasa. Air lautnya yang jernih membuat wisatawan dapat menikmati terumbu karang berwarna-warni, ikan tropis, hingga penyu hanya beberapa meter dari bibir pantai.
Karena berada di kawasan Taman Nasional Komodo yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, ekosistem laut di sekitar pantai masih terjaga dengan baik.
Pemandangan Semakin Cantik Saat Cuaca Cerah
Waktu terbaik mengunjungi Pink Beach adalah saat musim kemarau, sekitar April hingga November. Ketika matahari bersinar terang, warna merah muda pada pasir akan terlihat lebih jelas dan kontras dengan birunya laut.
Tak heran jika Pink Beach menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Selain menikmati keindahan pantai, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan ke Pulau Padar, Pulau Komodo, atau Manta Point dalam satu rangkaian wisata. (*)
(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Visit Indonesia, Tourism Information Center NTT, Wonderful Indonesia