Perpaduan suara gemuruh air, udara yang sejuk, dan panorama hijau di sekelilingnya menciptakan suasana yang menenangkan. Tak heran jika Air Terjun Nglirip menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Air Jernih Biru Toska Jadi Daya Tarik Utama
Hal pertama yang menarik perhatian saat tiba di Air Terjun Nglirip adalah warna airnya yang tampak biru toska dan sangat jernih. Keindahan tersebut berasal dari kejernihan sumber mata air, pantulan cahaya matahari, serta bebatuan kapur di sekitar kolam yang menciptakan gradasi warna alami.
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 25 hingga 30 meter dengan debit air yang mengalir sepanjang tahun. Tebing batu kapur yang dipenuhi lumut dan tumbuhan hijau semakin menambah kesan alami, menjadikannya lokasi yang cocok untuk bersantai maupun berburu foto.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tempat Ngopi, Hidden Cafe di Ngawi Ini Punya Galeri Seni yang Instagramable
Lokasi dan Harga Tiket Masuk
Air Terjun Nglirip berada di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lokasinya dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan akses jalan yang cukup baik.
Harga tiket masuk tergolong terjangkau, yaitu sekitar Rp10.000 per orang, ditambah biaya parkir kendaraan. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas seperti area parkir, toilet, musala, gazebo, dan warung makan di sekitar kawasan wisata.
Tips Berkunjung ke Air Terjun Nglirip
Agar liburan semakin nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:
- Datang saat cuaca cerah agar warna air terlihat lebih biru dan jernih.
- Gunakan alas kaki yang nyaman karena jalur menuju air terjun cukup lembap.
- Tetap menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah pribadi.
- Berhati-hati saat berada di area bebatuan karena permukaannya bisa licin.
Dengan air jernih berwarna biru toska, suasana yang masih alami, dan udara yang menyegarkan, Air Terjun Nglirip menjadi salah satu hidden gem di Kabupaten Tuban yang layak masuk daftar destinasi wisata saat berkunjung ke Jawa Timur. (*)
Anggie Putri Wijayanti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu