Lebih Tua dari Angkor Wat? Fakta Candi Prambanan yang Masih Jarang Diketahui Wisatawan
Jawa Pos Radar Lawu - Megah, kokoh, dan sarat sejarah. Itulah kesan pertama saat melihat Candi Prambanan dari kejauhan. Deretan candi yang menjulang tinggi seolah membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno. Tak hanya menjadi destinasi wisata favorit di Daerah Istimewa Yogyakarta, Candi Prambanan juga menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah dikenal hingga mancanegara.
Di balik kemegahan arsitekturnya, Prambanan menyimpan sejarah panjang, legenda yang melegenda, hingga nilai budaya yang masih terus dilestarikan. Tak heran jika setiap tahunnya ribuan wisatawan datang untuk menikmati keindahan sekaligus mengenal lebih dekat peninggalan bersejarah ini.
Candi Hindu Terbesar di Indonesia
Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Kompleks ini dipersembahkan untuk Trimurti, yaitu Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma.
Bangunan utamanya adalah Candi Siwa dengan tinggi sekitar 47 meter. Di sekelilingnya terdapat ratusan candi pendamping yang membentuk tata letak simetris dan megah. Pada masa kejayaannya, kompleks ini diperkirakan memiliki sekitar 240 candi yang menjadi simbol kemajuan arsitektur Nusantara pada zamannya.
Karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang luar biasa, Candi Prambanan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991. Hingga kini, kawasan ini terus dilestarikan sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling penting di Indonesia sekaligus menjadi ikon pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Legenda Roro Jonggrang yang Melekat Hingga Kini
Tak hanya dikenal karena sejarahnya, Candi Prambanan juga sangat erat dengan legenda Roro Jonggrang yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut cerita rakyat, Bandung Bondowoso diminta membangun seribu candi hanya dalam satu malam sebagai syarat untuk mempersunting Roro Jonggrang. Ketika pembangunan hampir selesai, Roro Jonggrang menggagalkannya dengan membuat suasana seolah-olah pagi telah tiba sehingga para jin menghentikan pekerjaannya.
Karena merasa dikhianati, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu sebagai pelengkap candi terakhir. Kisah inilah yang membuat pengalaman berkunjung ke Prambanan terasa semakin menarik karena wisatawan tidak hanya menikmati keindahan bangunan, tetapi juga mengenal legenda yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Pesona Wisata Sejarah yang Tak Pernah Membosankan
Berjalan menyusuri kawasan Prambanan memberikan pengalaman yang berbeda. Relief-relief pada dinding candi menggambarkan kisah Ramayana dengan ukiran yang masih terlihat jelas hingga sekarang.
Pada waktu-waktu tertentu, wisatawan juga dapat menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana yang menjadikan Candi Prambanan sebagai latar panggungnya. Perpaduan seni, budaya, dan sejarah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, area tamannya yang luas membuat pengunjung leluasa menikmati suasana, bersantai, maupun berburu foto dari berbagai sudut. Saat cuaca cerah, panorama candi dengan langit biru menjadi pemandangan yang sangat memukau.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Berdasarkan informasi terbaru, harga tiket masuk wisatawan domestik mulai dari Rp50.000 untuk dewasa dan Rp25.000 untuk anak-anak, sementara jam operasional kawasan wisata umumnya pukul 06.30-17.00 WIB. Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.
Dengan perpaduan sejarah, legenda, dan kemegahan arsitektur, Candi Prambanan tetap menjadi salah satu destinasi wisata budaya terbaik di Indonesia. Bukan sekadar tempat berfoto, tetapi juga ruang untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Nusantara yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun. (*)
Anggie Putri Wijayanti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu