Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bukan di China, Ini Singkawang! Kota di Kalimantan Barat yang Dijuluki China Kecil

Tim Content Writer Radar Lawu • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:01 WIB
Suasana perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan kelenteng Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kota yang dijuluki Kota Seribu Kelenteng dan China Kecil ini dikenal dengan budaya Tionghoa yang kental serta tingginya toleransi antarumat beragama. (Foto: Anggie Putri Wijayanti)
Suasana perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan kelenteng Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kota yang dijuluki Kota Seribu Kelenteng dan China Kecil ini dikenal dengan budaya Tionghoa yang kental serta tingginya toleransi antarumat beragama. (Foto: Anggie Putri Wijayanti)

 

Bukan di China, Ini Singkawang! Kota di Kalimantan Barat yang Dijuluki China Kecil

Jawa Pos Radar Lawu - Deretan lampion merah bergantung di sepanjang kawasan kelenteng, ornamen khas Tionghoa menghiasi setiap sudut bangunan, sementara masyarakat dari berbagai kalangan menikmati kemeriahan perayaan Imlek bersama. Sekilas, suasana ini mungkin membuat siapa saja mengira sedang berada di China. Padahal, pemandangan tersebut berada di Singkawang, Kalimantan Barat, kota yang dikenal sebagai Kota Seribu Kelenteng sekaligus dijuluki China Kecil karena kuatnya budaya Tionghoa yang masih terjaga hingga kini.

Kota Seribu Kelenteng dengan Budaya Tionghoa yang Kental

Julukan Kota Seribu Kelenteng melekat pada Singkawang karena banyaknya kelenteng yang tersebar di berbagai sudut kota. Bangunan-bangunan tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ikon wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan.

Nuansa Tionghoa juga terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari arsitektur bangunan, kuliner, tradisi, hingga berbagai perayaan budaya masih terus dilestarikan. Saat Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, Singkawang berubah menjadi lautan lampion merah yang dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Tak heran jika banyak orang menyebut Singkawang sebagai China Kecil di Indonesia karena atmosfernya yang begitu identik dengan budaya Tionghoa.

Keberagaman yang Berjalan Berdampingan dengan Toleransi

Meski dikenal sebagai pusat budaya Tionghoa, Singkawang dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku dan agama, seperti Tionghoa, Melayu, Dayak, serta etnis lainnya. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan yang membentuk kehidupan masyarakat yang harmonis.

Perayaan Imlek menjadi salah satu contoh nyata tingginya toleransi di kota ini. Warga dari berbagai latar belakang turut menjaga keamanan, menghormati jalannya perayaan, bahkan ikut menikmati kemeriahan yang berlangsung. Kehidupan yang saling menghargai membuat Singkawang kerap dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia.

Destinasi Wisata Budaya yang Wajib Dikunjungi

Berkunjung ke Singkawang bukan hanya menikmati kemegahan kelenteng atau kemeriahan Imlek. Wisatawan juga dapat mengenal lebih dekat budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian dari identitas kota, mencicipi kuliner khas, hingga menyaksikan kehidupan masyarakat yang hidup rukun di tengah keberagaman.

Perpaduan antara budaya Tionghoa yang masih lestari, julukan Kota Seribu Kelenteng, serta tingginya nilai toleransi menjadikan Singkawang sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang unik di Indonesia. Kota ini membuktikan bahwa keberagaman dapat berjalan seiring dengan kerukunan, sehingga menjadi daya tarik yang tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga menginspirasi banyak orang. (*)

Anggie Putri Wijayanti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
#singkawang #kalimantan barat #china #imlek