Jawa Pos Radar Lawu - Sore mulai turun ketika langit perlahan berubah warna.
Deburan ombak terdengar dari kejauhan, sementara angin laut berembus di antara tebing-tebing karst yang menjulang.
Dari atas ketinggian, hamparan Samudra Hindia terlihat begitu luas, menciptakan suasana yang sulit dilupakan.
Inilah pengalaman yang kini banyak diburu wisatawan di On The Rock Gunungkidul, destinasi wisata terbaru yang langsung mencuri perhatian karena menawarkan sensasi menikmati laut dari sudut yang berbeda.
On The Rock Gunungkidul Jadi Destinasi Baru Favorit Wisatawan
On The Rock hadir sebagai warna baru dalam dunia pariwisata Gunungkidul.
Berbeda dengan kebanyakan pantai yang identik dengan pasir putih, tempat ini mengajak pengunjung menikmati panorama laut dari atas tebing karst yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.
Lokasinya berada di kawasan Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keunikan konsep tersebut membuat On The Rock cepat viral di media sosial dan menjadi salah satu tujuan favorit bagi pencinta wisata alam sekaligus pemburu foto estetik.
Cara Menuju On The Rock Gunungkidul
Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam dari pusat Kota Yogyakarta menggunakan kendaraan pribadi.
Rute yang paling banyak dipilih wisatawan adalah melalui Jalan Wonosari menuju kawasan Pantai Baron hingga Pantai Drini.
Kondisi jalan sudah beraspal dengan kualitas yang cukup baik, meski terdapat sejumlah tanjakan dan tikungan khas kawasan perbukitan Gunungkidul.
Sesampainya di area Pantai Drini, pengunjung hanya perlu mengikuti petunjuk arah menuju On The Rock.
Area parkir juga tersedia dengan kapasitas yang cukup luas untuk sepeda motor, mobil pribadi, maupun kendaraan rombongan.
Lanskap Tebing Karst Jadi Daya Tarik Utama
Pesona terbesar On The Rock terletak pada lokasinya yang berdiri di atas formasi batu karst alami.
Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati panorama laut lepas berpadu dengan deburan ombak yang menghantam tebing.
Pemandangan tersebut menghadirkan nuansa berbeda dibanding wisata pantai pada umumnya, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain pesisir selatan Yogyakarta.
Spot Sunset yang Menjadi Incaran
Menjelang petang, suasana berubah semakin memikat.
Langit perlahan memancarkan warna jingga keemasan yang berpadu dengan siluet tebing dan lautan luas.
Tak heran jika waktu favorit berkunjung adalah menjelang matahari terbenam.
Banyak wisatawan sengaja datang pada sore hari demi mengabadikan momen sunset yang menjadi ikon On The Rock.
Banyak Spot Foto Instagramable
Selain panorama alam, pengelola menghadirkan berbagai area foto yang dirancang menarik.
Beberapa spot favorit meliputi:
- Lorong batu kapur yang unik.
- Rooftop dengan panorama laut.
- Area outdoor berlatar Samudra Hindia.
Spot ikonik bertuliskan "On The Rock".
Perpaduan desain modern dan lanskap alami membuat hampir setiap sudut layak dijadikan latar foto.
Area Nongkrong dengan Suasana Santai
Tidak hanya menawarkan pemandangan, On The Rock juga menghadirkan area bersantai yang nyaman.
Pengunjung dapat menikmati makanan maupun minuman sambil memandang laut dari atas tebing.
Konsep ini kerap dibandingkan dengan beach club, namun tetap mempertahankan nuansa alami khas pesisir Gunungkidul.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, berikut informasi tiket masuk:
Harga Tiket
- Hari kerja (Senin–Jumat): sekitar Rp40.000 per orang.
- Akhir pekan dan hari libur: sekitar Rp50.000 per orang.
Tiket tersebut mencakup akses menuju area utama, spot foto, jalur tebing, hingga kawasan resto dan beach club.
Beberapa informasi juga menyebut tersedia paket bundling berupa tiket masuk beserta voucher gelato sekitar Rp70.000.
Selain itu, retribusi kawasan pantai dapat dikenakan secara terpisah sehingga disarankan melakukan konfirmasi saat tiba di lokasi.
Baca Juga: Bikin Kagum! Pendekatan dengan Harimau di Taman Safari Bogor Ternyata Butuh Waktu Minimal Satu Tahun
Jam Operasional
On The Rock melayani pengunjung setiap hari.
- 08.00–22.00 WIB
Jam operasional tersebut memungkinkan wisatawan menikmati suasana sejak pagi, berburu sunset pada sore hari, hingga bersantai pada malam jika tersedia hiburan dari pengelola.
Fasilitas yang Tersedia
On The Rock telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
Area Kuliner
- Restoran dengan area outdoor.
- Cafe dan bar.
- Gelato corner.
- Tempat duduk menghadap laut.
Area Aktivitas
- Spot foto Instagramable.
- Rooftop dan anjungan.
- Area menikmati sunset.
Panggung hiburan dan live music pada waktu tertentu.
Fasilitas Pendukung
- Area parkir luas.
- Toilet umum.
- Jalur pejalan kaki menuju kawasan utama.
- Area bersantai dengan panorama laut.
Selain menjadi destinasi wisata, operasional On The Rock juga melibatkan tenaga kerja lokal sehingga turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Tips Berkunjung ke On The Rock Gunungkidul
Agar pengalaman wisata semakin nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:
- Datang sekitar pukul 16.30–18.00 WIB untuk menikmati sunset terbaik.
- Gunakan alas kaki yang nyaman karena area didominasi batuan karst.
- Datang lebih awal saat akhir pekan agar terhindar dari antrean.
- Siapkan kondisi fisik karena terdapat jalur yang cukup menanjak.
- Gunakan topi, kacamata hitam, atau sunscreen saat cuaca terik.
- Utamakan keselamatan ketika berfoto di area dekat tebing.
- Siapkan uang tunai untuk tiket, parkir, maupun retribusi kawasan pantai.
Baca Juga: Bikin Takjub! Gajah Sumatera Jadi Magnet Pengunjung Selama Safari Journey di Taman Safari Bogor
Penutup
On The Rock Gunungkidul menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibanding destinasi pantai lainnya.
Perpaduan tebing karst, panorama Samudra Hindia, area nongkrong modern, hingga pemandangan matahari terbenam menjadikannya salah satu destinasi baru yang layak masuk daftar kunjungan saat berada di Gunungkidul.
Dengan akses yang mudah, fasilitas yang cukup lengkap, dan suasana yang memikat, tempat ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pesisir selatan Yogyakarta dari sudut pandang yang berbeda.
Azarine Nirwasita Zada, Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu