Jawa Pos Radar Lawu - Liburan tidak selalu identik dengan bermain atau berbelanja.
Di Yogyakarta, waktu berlibur bisa menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan dengan cara yang menyenangkan.
Kota yang dikenal sebagai Kota Pelajar ini menawarkan berbagai destinasi wisata edukasi yang menggabungkan hiburan, sejarah, budaya, hingga sains dalam satu pengalaman yang berkesan.
Bagi keluarga, rombongan sekolah, maupun mahasiswa, wisata edukasi di Jogja menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu liburan.
Selain menyenangkan, setiap tempat juga menghadirkan pengalaman belajar secara langsung yang membuat informasi lebih mudah dipahami.
Berikut delapan rekomendasi wisata edukasi di Jogja yang wajib dikunjungi.
1. Taman Pintar Yogyakarta
Taman Pintar menjadi salah satu destinasi edukasi paling populer di Yogyakarta.
Tempat ini menghadirkan berbagai wahana interaktif yang mengenalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas kepada pengunjung.
Mulai dari simulasi sains hingga permainan edukatif, semua dirancang agar belajar terasa lebih menyenangkan.
Daya tarik:
- Wahana sains interaktif
- Planetarium
- Zona permainan edukatif
2. Museum Sonobudoyo
Bagi pencinta sejarah dan budaya Jawa, Museum Sonobudoyo menawarkan koleksi benda bersejarah yang sangat lengkap, mulai dari keris, topeng, wayang, hingga artefak kuno.
Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan wayang pada waktu-waktu tertentu.
Daya tarik:
- Koleksi budaya Jawa
- Artefak sejarah
- Pertunjukan wayang
3. Museum Gunung Merapi
Museum ini menyajikan informasi lengkap mengenai aktivitas vulkanik, sejarah letusan Gunung Merapi, serta upaya mitigasi bencana.
Berbagai diorama dan film dokumenter membuat pengunjung lebih mudah memahami fenomena gunung berapi.
Daya tarik:
- Simulasi kebencanaan
- Diorama letusan Merapi
- Edukasi mitigasi bencana
Baca Juga: Olivia Rodrigo Rilis "Drop Dead" Lead Single yang Menandai Babak Baru Kariernya
4. Kebun Binatang Gembira Loka
Tak hanya menjadi tempat rekreasi, Gembira Loka juga berperan sebagai pusat konservasi satwa.
Pengunjung dapat mengenal berbagai jenis hewan sekaligus mempelajari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Daya tarik:
- Koleksi satwa lengkap
- Edukasi konservasi
- Wahana keluarga
5. Museum Dirgantara Mandala
Museum ini cocok bagi anak-anak yang menyukai dunia penerbangan.
Beragam koleksi pesawat, helikopter, hingga perlengkapan militer dipamerkan untuk mengenalkan sejarah penerbangan Indonesia.
Daya tarik:
- Koleksi pesawat asli
- Sejarah TNI AU
- Spot foto edukatif
6. Sindu Kusuma Edupark (SKE)
Selain menawarkan wahana permainan, SKE juga memiliki berbagai aktivitas edukatif yang dapat dinikmati anak-anak maupun keluarga.
Ikon utamanya adalah bianglala raksasa yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama Kota Yogyakarta dari ketinggian.
Daya tarik:
- Wahana permainan
- Bianglala raksasa
- Cocok untuk keluarga
7. Desa Wisata Kasongan
Kasongan dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah terbesar di Yogyakarta.
Di sini, pengunjung tidak hanya melihat proses pembuatan keramik, tetapi juga dapat mencoba membuat gerabah secara langsung.
Daya tarik:
- Workshop membuat gerabah
- Wisata budaya
- Belajar kerajinan tangan
8. Desa Wisata Pentingsari
Berlokasi di lereng Gunung Merapi, Desa Wisata Pentingsari menawarkan pengalaman belajar mengenai kehidupan pedesaan, pertanian, budaya, hingga pelestarian lingkungan.
Aktivitas seperti membajak sawah, menanam padi, hingga bermain permainan tradisional menjadi daya tarik tersendiri.
Daya tarik:
- Edukasi pertanian
- Budaya pedesaan
- Aktivitas outbound
Mengapa Wisata Edukasi di Jogja Layak Dikunjungi?
Selain dikenal sebagai destinasi wisata favorit, Yogyakarta memiliki banyak tempat yang mampu menggabungkan hiburan dan pembelajaran dalam satu kunjungan.
Anak-anak dapat belajar melalui pengalaman langsung, sementara orang dewasa memperoleh wawasan baru tentang sejarah, budaya, sains, hingga lingkungan.
Dengan pilihan destinasi yang beragam, wisata edukasi di Jogja menjadi alternatif liburan yang tidak hanya menyenangkan.
Tetapi juga memberikan nilai tambah bagi seluruh anggota keluarga maupun pelajar.
Azarine Nirwasita Zada, Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu