Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah gemerlap Kota Pahlawan, Surabaya menyimpan jejak spiritual yang kuat dan terus hidup hingga kini. Kota metropolitan ini tak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, tetapi juga memiliki deretan wisata religi Islami yang sarat sejarah, budaya, dan nilai dakwah.
Mulai dari makam wali hingga masjid megah berarsitektur unik, semuanya bisa menjadi destinasi ziarah sekaligus wisata edukatif. Berikut 8 wisata religi Islami Surabaya terpopuler lengkap dengan lokasi, jam operasional, dan gambaran kondisi terkininya.
1. Kampung Santri Ndresmo
Kampung Ndresmo merupakan salah satu pusat pesantren tertua di Surabaya. Sejak era kolonial, kawasan ini sudah dikenal sebagai kampung santri yang aktif mencetak generasi ulama.
Kini terdapat lebih dari 30 pesantren dengan ribuan santri dari berbagai daerah. Tradisi unik seperti Manten Pegon, arak-arakan anak khitan naik kuda keliling kampung yang masih lestari.
Tiket masuk gratis dan bisa dikunjungi 24 jam.
2. Makam Sunan Bungkul
Makam Sunan Bungkul terletak di belakang Taman Bungkul dan mudah diakses dari pusat kota. Sunan Bungkul atau Ki Ageng Supo diyakini sebagai tokoh penyebar Islam abad ke-15.
Area makam buka 24 jam dan tidak dipungut biaya. Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari agar suasana lebih teduh dan nyaman untuk berziarah.
3. Makam Mbah Buyut Tondo
Makam Mbah Buyut Tondo berada di kawasan Segi Empat Emas Surabaya namun tersembunyi di tengah perkampungan.
Di sekitar area terdapat Masjid Ketondo yang berdiri sejak 1915 dan Balai Budaya Joglo Cak Markeso. Akses jalan relatif sempit sehingga disarankan tidak membawa kendaraan besar.
Buka 24 jam dan gratis.
4. Masjid dan Makam Sunan Ampel
Masjid Sunan Ampel adalah ikon wisata religi paling terkenal di Surabaya. Di kompleks ini dimakamkan Sunan Ampel, salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa.
Kompleks selalu ramai peziarah, terutama menjelang Ramadan. Fasilitas cukup lengkap, namun pengunjung disarankan datang lebih awal saat waktu salat. Buka 24 jam dan gratis.
5. Masjid Muhammad Cheng Hoo
Masjid Muhammad Cheng Hoo dikenal dengan arsitektur khas Tiongkok yang mencolok. Masjid ini dibangun sebagai penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho dan menjadi simbol akulturasi budaya Islam dan Tionghoa.
Bangunannya didominasi warna merah, hijau, dan kuning. Selain tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi edukatif tentang sejarah dan toleransi.
Buka 24 jam dan gratis.
6. Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya merupakan masjid terbesar di Jawa Timur dan salah satu yang terbesar di Indonesia.
Menara setinggi 99 meter dapat dinaiki pengunjung untuk menikmati panorama Surabaya dari ketinggian. Area pelataran juga ramai pada malam hari.
Masjid buka 24 jam dan gratis.
7. Masjid Rahmat Kembang Kuning
Masjid Rahmat Kembang Kuning termasuk masjid tua dengan arsitektur klasik yang menghadirkan suasana tenang dan sejuk.
Banyak peziarah datang untuk beribadah sekaligus merasakan nuansa spiritual yang berbeda dari masjid modern.
Buka 24 jam dan terbuka untuk umum.
8. Makam Kiai Sedo Masjid
Makam Kiai Sedo Masjid diyakini sebagai tokoh agama sekaligus bangsawan yang memiliki hubungan dengan Kerajaan Majapahit.
Meski catatan sejarah tertulisnya terbatas, makam ini tetap menjadi tujuan ziarah. Untuk informasi lebih lengkap, pengunjung dapat bertanya kepada juru kunci setempat.
Buka 24 jam dan gratis. (fin)