Jawa Pos Radar Lawu - Kalimantan Barat semakin dilirik sebagai destinasi liburan karena menawarkan kombinasi lengkap antara wisata alam, budaya, dan sejarah.
Aksesnya mudah, biaya relatif terjangkau, dan yang tak kalah penting, zona waktunya ramah bagi wisatawan domestik.
Sebelum menyusun itinerary, yuk kenali zona waktu Kalimantan Barat sekaligus 9 destinasi wisata favorit yang paling banyak diburu wisatawan.
Zona Waktu Kalimantan Barat
Kalimantan Barat berada di Zona Waktu Indonesia Barat (WIB), sama seperti Jakarta, Bandung, dan sebagian besar wilayah Pulau Jawa. Artinya, kamu tidak perlu menyesuaikan jam biologis saat berlibur ke sini, sehingga perjalanan terasa lebih praktis dan nyaman sejak hari pertama.
1. Kota Pontianak dan Tugu Khatulistiwa
Pontianak merupakan ibu kota Kalimantan Barat sekaligus pusat pemerintahan dan pariwisata. Kota ini dikenal luas sebagai Kota Khatulistiwa karena dilintasi garis ekuator.
Ikon utamanya adalah Tugu Khatulistiwa, tempat wisatawan bisa menyaksikan fenomena matahari tepat di atas kepala tanpa bayangan yang terjadi sekitar bulan Maret dan September. Selain itu, Pontianak juga terkenal dengan wisata kuliner dan bangunan bersejarah seperti Masjid Jami Pontianak.
2. Taman Nasional Gunung Palung
Terletak di Kabupaten Ketapang, Taman Nasional Gunung Palung menawarkan hutan hujan tropis yang masih sangat alami. Kawasan ini menjadi habitat asli orangutan Kalimantan serta berbagai satwa langka lainnya.
Destinasi ini cocok bagi pencinta alam yang ingin merasakan trekking hutan, eksplorasi alam liar, dan keanekaragaman hayati khas Kalimantan Barat.
3. Sungai Kapuas
Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang lebih dari 1.100 kilometer. Sungai ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.
Wisata menyusuri Sungai Kapuas dengan perahu tradisional memberikan pengalaman unik melihat aktivitas warga, rumah panggung, serta budaya lokal yang masih sangat hidup.
4. Singkawang
Singkawang dikenal sebagai Kota Seribu Kelenteng dan pusat budaya Tionghoa di Kalimantan Barat. Kota ini terkenal dengan perayaan Cap Go Meh yang meriah dan atraksi tatung yang khas.
Selain wisata budaya, Singkawang juga memiliki pantai indah seperti Pantai Pasir Panjang dan Pantai Tanjung Bajau yang cocok untuk liburan santai bersama keluarga.
5. Danau Sentarum
Danau Sentarum berada di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia dan dikenal sebagai salah satu danau rawa terbesar di Indonesia. Keunikannya terletak pada perubahan ekosistem musiman, di mana danau bisa mengering saat kemarau.
Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies ikan air tawar, burung, dan satwa liar, sehingga cocok untuk wisata alam sekaligus edukasi lingkungan.
6. Bukit Kelam
Bukit Kelam di Kabupaten Sintang merupakan salah satu batu monolit terbesar di dunia dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut.
Destinasi ini digemari pencinta petualangan, pendakian ringan, dan fotografi alam. Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama hutan dan aliran sungai yang memanjakan mata.
7. Pantai Temajuk
Pantai Temajuk berada di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Pantai ini masih sangat alami dengan pasir putih bersih dan air laut jernih.
Suasana yang tenang menjadikannya lokasi ideal untuk berenang, snorkeling, berkemah, atau menikmati matahari terbenam di ujung barat Kalimantan.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Hotel dan Hostel Murah di Bali 2026 untuk Backpacker, Dekat Pantai dan Pusat Hiburan
8. Desa Wisata Saham
Desa Wisata Saham di Kabupaten Landak menawarkan pengalaman wisata budaya Dayak yang autentik. Wisatawan dapat melihat rumah panjang, menyaksikan tarian tradisional, hingga mempelajari adat istiadat setempat.
Desa ini cocok untuk wisata edukasi, khususnya bagi keluarga dan pelajar yang ingin mengenal budaya lokal secara langsung.
9. Keraton Kadariah
Keraton Kadariah merupakan peninggalan Kesultanan Pontianak yang berdiri sejak tahun 1771. Bangunan ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah seperti tahta sultan, pakaian adat, dan senjata tradisional.
Keraton ini menjadi destinasi wisata sejarah penting untuk memahami asal-usul Kota Pontianak dan budaya Melayu Kalimantan Barat. (fin)
Editor : AA Arsyadani