Jawa Pos Radar Lawu - Jika kamu bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyimpan banyak kejutan menarik.
Tak hanya dikenal dengan wisata religi dan kulinernya, Pati juga memiliki sejumlah wisata tersembunyi (hidden gem) yang menawarkan panorama alam luar biasa.
Harga tiket masuknya pun masih sangat terjangkau.
Mulai dari hutan pinus sejuk, pantai tenang, waduk bersejarah, hingga gua karst penuh petualangan.
Semuanya siap membuat liburanmu terasa berbeda.
Berikut 5 wisata tersembunyi di Pati yang wajib masuk daftar perjalananmu!
1. Hutan Pinus Pangonan
Terletak di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Pati, Hutan Pinus Pangonan menawarkan udara sejuk dan suasana menenangkan. Ratusan pohon pinus yang menjulang menciptakan nuansa alami yang cocok untuk melepas penat.
Dengan luas sekitar 20 hektar, tempat ini dilengkapi berbagai spot foto Instagramable. Kamu juga bisa menikmati kopi khas desa setempat sambil bersantai. Harga tiket masuknya sangat ramah di kantong, hanya Rp3.000 per orang. Meski sempat disebut kurang terawat, pesona alaminya tetap memikat, bahkan menyisakan kesan misterius yang unik bagi sebagian pengunjung.
2. Pantai Banyutowo
Pantai Banyutowo yang berada di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, menyuguhkan panorama laut yang tenang dengan aktivitas nelayan tradisional. Pantai ini juga dikenal sebagai Pantai Soimah, karena berada di kampung halaman artis Soimah dan dekat dengan tempat kelahiran Menteri Marwan.
Deretan perahu nelayan menjadi daya tarik visual yang estetik, cocok untuk fotografi. Tiket masuknya sangat murah, sekitar Rp2.000 saat weekday dan Rp5.000 saat weekend, menjadikannya destinasi pantai ramah kantong yang masih relatif sepi.
3. Waduk Gembong (Seloromo)
Waduk Gembong merupakan waduk bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1930–1933. Lokasinya berada di lereng timur Gunung Muria dan hanya berjarak sekitar 10–15 kilometer dari pusat kota.
Selain berfungsi sebagai sumber irigasi bagi hampir 5.000 hektar sawah, waduk ini juga menjadi spot wisata favorit untuk menikmati panorama pegunungan hijau, sunrise, dan sunset. Dengan tiket masuk hanya Rp3.000, Waduk Gembong menawarkan pengalaman wisata tenang dengan pemandangan premium.
4. Gua Pancur
Bagi pencinta petualangan, Gua Pancur di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Terletak di kawasan karst Kendeng Utara, gua ini memiliki panjang total mencapai 8,27 kilometer.
Pengunjung dapat menyusuri sekitar satu kilometer tanpa peralatan khusus, menikmati stalaktit dan stalagmit beragam warna. Aktivitas unggulan di sini adalah cave tubing dengan tarif sekitar Rp20.000 per orang selama 1,5 jam. Tiket masuk gua sekitar Rp15.000, dan area ini juga cocok untuk berkemah atau berenang.
5. Waduk Gunung Rowo
Waduk Gunung Rowo berada di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, dan dibangun sekitar tahun 1928 pada masa kolonial Belanda. Waduk ini memiliki daya tampung sekitar 5,5 juta meter kubik air.
Dikelilingi perbukitan hijau, suasana di Waduk Gunung Rowo sangat cocok untuk healing, piknik keluarga, atau sekadar menikmati ketenangan alam. Harga tiket masuknya berkisar Rp3.000–Rp5.000. Letaknya yang berdekatan dengan Waduk Gembong membuat keduanya ideal dikunjungi dalam satu perjalanan. (fin)
Editor : AA Arsyadani