Jawa Pos Radar Lawu - Boyolali tidak hanya terkenal dengan panorama Merapi–Merbabu, tetapi juga memiliki sejumlah pemandian bersejarah yang hingga kini tetap menjadi destinasi favorit wisatawan.
Airnya yang jernih, suasana alam yang asri, serta nilai sejarah yang melekat menjadikan tempat-tempat ini cocok untuk melepas penat di akhir pekan.
Berikut tiga pemandian alami dan bersejarah di Boyolali yang wajib masuk daftar kunjungan Anda.
1. Umbul Tirto
Umbul Tirto merupakan pemandian bersejarah yang diyakini sebagai tempat mandi keluarga kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada masa lalu. Kini, pemandian ini dibuka untuk umum dengan suasana yang tetap terjaga keasliannya.
Masyarakat setempat masih melestarikan tradisi padusan, yaitu ritual membersihkan diri dengan berendam di Umbul Tirto sebelum memasuki bulan Ramadan.
Tradisi inilah yang membuat Umbul Tirto tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya lokal.
Lokasi: Umbulsari, Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah
2. Umbul Pengging
Umbul Pengging adalah kompleks pemandian peninggalan kerajaan Kasunanan Surakarta yang kini difungsikan sebagai kolam renang umum. Suasananya sejuk dan asri, dengan arsitektur khas kerajaan yang masih terlihat jelas di beberapa sudut area.
Saat berenang, pengunjung bisa merasakan nuansa sejarah yang kental sambil menikmati kejernihan air alami. Tempat ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga karena tiket masuknya juga cukup terjangkau.
Harga tiket masuk: mulai Rp3.500
Lokasi: Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali
3. Taman Air Tlatar
Taman Air Tlatar menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan aktivitas menyenangkan. Kawasannya luas dan memiliki banyak fasilitas, seperti:
-
Kolam renang
-
Wahana outbound
-
Pemancingan
-
kios cenderamata
-
Lapangan woodball
-
Joglo untuk bersantai
Dengan berbagai aktivitas dan suasana alami yang menenangkan, Taman Air Tlatar cocok untuk wisata keluarga maupun aktivitas rekreasi bersama teman.
Lokasi: Tlatar, Boyolali, Jawa Tengah. (fin)
Editor : AA Arsyadani