Jawa Pos Radar Lawu - Wisata Seloondo di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, kembali menjadi magnet wisatawan setelah bertahun-tahun vakum.
Kebangkitan ini tak lepas dari peran Peken Kreatif, sebuah event berkala yang kini menjadi denyut baru geliat ekonomi kreatif lokal. Diselenggarakan setiap selapan sekali pada Minggu Wage, Peken Kreatif berhasil menyulap kawasan lereng Gunung Lawu sisi utara menjadi pusat keramaian yang penuh warna, budaya, dan transaksi ekonomi rakyat.
Daya Tarik Baru di Tengah Alam
Seloondo bukan sekadar destinasi wisata alam. Dengan latar belakang hutan pinus dan udara sejuk khas pegunungan, kawasan ini kini menjadi ruang terbuka yang menyatukan seni, kuliner, kerajinan tangan, dan pertunjukan budaya.
Peken Kreatif menjadi panggung utama bagi pelaku UMKM lokal untuk memamerkan produk unggulan mereka mulai dari olahan makanan tradisional, kerajinan bambu, batik, hingga produk herbal.
Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi pemandangan alam yang asri, tetapi juga bisa menikmati pertunjukan seni tradisional seperti reog, jathilan, dan musik akustik.
Anak-anak pun dimanjakan dengan wahana permainan tradisional dan edukatif. Semua ini dirancang untuk menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah Desa
Kebangkitan Seloondo bukan hasil kerja satu pihak. Pemerintah Desa Ngrayudan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), karang taruna, hingga para pelaku UMKM bersatu dalam semangat gotong royong.
Mereka bahu-membahu menata ulang kawasan, memperbaiki akses jalan, menyiapkan fasilitas umum, dan menyusun agenda kegiatan yang menarik.
Pemerintah Kabupaten Ngawi pun memberikan dukungan penuh, baik dari sisi promosi maupun pendampingan teknis.
Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci keberhasilan Peken Kreatif dalam menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk dari luar Ngawi seperti Madiun, Magetan, dan Ponorogo.
Efek Domino Ekonomi Lokal
Kehadiran Peken Kreatif membawa dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal. Para pelaku UMKM mencatat peningkatan omzet hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Warung makan, pengrajin, hingga penyedia jasa parkir dan ojek wisata turut merasakan manfaat langsung dari lonjakan pengunjung.
Selain itu, banyak warga yang sebelumnya merantau kini mulai kembali ke desa untuk membuka usaha. Fenomena ini menunjukkan bahwa pariwisata berbasis komunitas mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi urbanisasi dan membuka lapangan kerja di desa.
Strategi Branding dan Digitalisasi
Untuk memperluas jangkauan promosi, panitia Peken Kreatif aktif memanfaatkan media sosial. Konten-konten visual seperti video pendek, foto produk, dan testimoni pengunjung rutin diunggah ke platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjangkau generasi muda dan wisatawan milenial yang haus akan pengalaman baru dan autentik.
Tak hanya itu, sistem pembayaran digital juga mulai diperkenalkan kepada pelaku UMKM. Dengan menggandeng mitra perbankan dan dompet digital, transaksi di Peken Kreatif kini lebih praktis dan aman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi literasi keuangan digital bagi masyarakat desa.
Potensi Pengembangan Jangka Panjang
Melihat antusiasme yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Ngawi berencana menjadikan Seloondo sebagai salah satu destinasi unggulan berbasis desa wisata.
Rencana pengembangan mencakup pembangunan homestay, pelatihan hospitality untuk warga, serta penguatan kelembagaan Pokdarwis agar lebih profesional dalam mengelola destinasi.
Selain itu, integrasi dengan program nasional seperti Senandung Dewi (Semarak Event Unggulan di Desa Wisata) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menjadi peluang besar.
Program ini mendorong desa wisata untuk menggelar event berkualitas yang mampu menarik wisatawan dan memperkuat identitas lokal.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meski geliat positif sudah terasa, tantangan tetap ada. Infrastruktur jalan menuju lokasi masih perlu ditingkatkan, terutama akses dari jalan utama ke kawasan wisata.
Selain itu, pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi perhatian penting agar keberlanjutan wisata tetap terjaga.
Namun, semangat warga dan dukungan lintas sektor menjadi modal utama untuk menjawab tantangan tersebut.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi berkelanjutan, Seloondo berpotensi menjadi contoh sukses pengembangan desa wisata berbasis komunitas di Jawa Timur. (husnul-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid