Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kisah Kopi Cikoneng: Desa Terpencil yang Berubah dari Pemetik Teh Menjadi Pemasok Ekspor Berkat Kerja Keras Warganya

Rimba Febriani • Kamis, 20 November 2025 | 14:20 WIB

 

 

 

 

Perjalanan Cikoneng bangkit lewat kopi: dari pemetik teh menjadi pemasok ekspor dunia.
Perjalanan Cikoneng bangkit lewat kopi: dari pemetik teh menjadi pemasok ekspor dunia.

Jawa Pos Radar Madiun – Sebuah perubahan besar terjadi di Kampung Cikoneng, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Warga yang sebelumnya bergantung pada pekerjaan sebagai pemetik teh kini menikmati peningkatan taraf hidup setelah beralih mengembangkan budidaya kopi dalam enam tahun terakhir.

“Hidup kami berubah lebih cerah setelah mengenal kopi,” ujar Maman (48), Ketua RT 03/RW 06 Cikoneng.

Bersama empat warga lain, ia menjadi pionir pengembangan kopi sejak 2018.

Kini, lebih dari separuh penduduk, 54 dari total 93 kepala keluarga, telah mengelola kebun kopi seluas sekitar 39 hektare.

Mereka tergabung dalam Kelompok Tani Hutan yang dipimpin Komar (53), rekan Maman yang sebelumnya juga bekerja sebagai pemetik teh.

Awal Perubahan: Edukasi dan Penataan Kawasan Hutan

Transformasi Cikoneng dimulai jauh sebelum kopi diperkenalkan.

Pada awal 2000-an, sejumlah warga sempat tersangkut persoalan hukum akibat aktivitas perambahan hutan.

Insiden tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Sejak itu kami mulai intens melakukan penyadaran, bekerja sama dengan banyak pihak termasuk akademisi IPB,” tutur Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi.

Upaya ini dipertegas dengan hadirnya program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) pada 2015.

Program tersebut membuka peluang bagi warga untuk mengelola lahan Perhutani secara legal.

Awalnya, masyarakat menanam sayuran dan pinus, namun karena hasilnya kecil dan kurang baik untuk lingkungan, para pakar merekomendasikan komoditas lain: kopi.

Tanaman ini kuat, mampu menahan erosi, dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

Pendapatan Meningkat hingga 30 Persen

Komar menjelaskan bahwa pendapatan warga mengalami peningkatan signifikan.

“Peningkatannya sampai 30 persen,” ujarnya.

Meski panennya hanya setahun sekali, perawatan kopi membutuhkan ketelatenan.

Para petani tetap bekerja di kebun teh pada pagi hari, lalu merawat kebun kopi hingga sore.

Setiap akhir pekan, mereka turun bersama ke kebun.

Hasilnya mulai terlihat jelas. Dari dua hektare lahan, Maman menghasilkan empat ton buah kopi tahun ini. Setelah proses pengeringan, ia mendapatkan sekitar 500 kilogram biji kopi.

Dengan harga Rp50.000 per 250 gram, pendapatannya mampu menembus lebih dari Rp100 juta sebelum biaya produksi.

Selain ekonomi, kesadaran warga terhadap pendidikan juga meningkat.

Jika dua puluh tahun lalu sebagian besar hanya lulusan SD, kini banyak warga menamatkan SMA melalui program Paket C.

Kualitas Kopi Mumpuni, Menembus Pasar Dunia

Kopi Cikoneng dikenal memiliki cita rasa kuat dan aroma khas.

“Kualitasnya tinggi dan unik,” kata Bismo Abiyoso dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI).

Sejak 2022, AEKI DKI bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Astra Internasional memperkuat pendampingan bagi Desa Tugu Utara yang ditetapkan sebagai Desa Sejahtera Astra.

Warga menerima fasilitas berupa modal, pelatihan, pupuk, hingga dukungan pemasaran.

Kolaborasi tersebut membuahkan hasil besar.

“Kopi arabika Cikoneng sudah diekspor ke Taiwan, Aljazair, dan Turki,” ungkap Bismo.

Dari Desa Terpencil Menjadi Model Nasional

Untuk mencapai Cikoneng, pengunjung harus menempuh lima kilometer jalan berbatu yang lebih mudah dilalui dengan berjalan kaki.

Namun dari desa terpencil itulah lahir produk kopi berkualitas tinggi yang menembus pasar internasional.

Keberhasilan Cikoneng menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat, antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, asosiasi, dan masyarakat, dapat menghasilkan perubahan signifikan, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Cikoneng kini menjadi contoh nyata desa yang bangkit melalui kopi, menjadi model pengelolaan hutan berbasis pemberdayaan warga yang dapat ditiru daerah lain di Indonesia. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Kopi Cikoneng #kopi indonesia #kopi arabika