Jawa Pos Radar Lawu - Selain dikenal dengan keindahan Gunung Bromo, Probolinggo juga memiliki pesona perairan yang memukau.
Dari pulau tropis hingga air terjun dan pemandian air panas alami, semuanya menawarkan suasana tenang dan menyejukkan.
Tahun 2025, destinasi wisata air di Probolinggo semakin ramai dikunjungi wisatawan yang mencari tempat untuk healing, relaksasi, dan menjernihkan pikiran.
Inilah tujuh tempat terbaik yang wajib kamu kunjungi tahun ini!
1. Gili Ketapang
Kecamatan Sumberasih, Probolinggo
Hanya 15 menit menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, kamu akan tiba di Pulau Gili Ketapang, permata kecil di pesisir utara Jawa Timur.
Air lautnya jernih berwarna biru toska, pasirnya putih lembut, dan suasananya tenang.
Destinasi ini sempurna untuk snorkeling atau sekadar berjemur santai.
Terumbu karangnya masih terjaga, dihuni ikan-ikan warna-warni yang menari di bawah laut.
Tempat ini cocok untuk keluarga yang ingin piknik atau healing sambil menikmati semilir angin laut.
2. Pelabuhan Tanjung Tembaga
Jl. Tanjung Tembaga Barat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan
Pelabuhan tua ini dulunya menjadi pusat ekspor hasil perkebunan di masa kolonial Belanda.
Kini, Pelabuhan Tanjung Tembaga menjelma menjadi spot wisata dengan pemandangan laut yang tenang dan eksotis.
Menjelang sore, suasana semakin romantis dengan pemandangan sunset berwarna oranye keemasan.
Kamu bisa memancing, berfoto di tepi dermaga, atau sekadar duduk menikmati siluet kapal di kejauhan. Kadang, kapal pesiar besar juga singgah di sini!
3. Danau Ranu Agung
Desa Ranu Agung, Kecamatan Tiris, Probolinggo
Dikelilingi pepohonan rindang dan udara sejuk pegunungan, Danau Ranu Agung adalah tempat sempurna untuk menenangkan diri.
Danau alami ini terbentuk dari letusan Gunung Lemongan, dengan air jernih dan suasana sunyi menenangkan.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, kamu akan disuguhi panorama perbukitan dan udara segar khas pedesaan Jawa Timur.
Cocok untuk melepas stres dan menemukan ketenangan batin.
4. Pemandian Air Panas Tiris
Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Probolinggo
Ingin relaksasi alami? Coba Pemandian Air Panas Tiris, tempat favorit wisatawan lokal.
Air panasnya mengandung belerang yang dipercaya mampu meredakan pegal, menyehatkan kulit, dan menenangkan tubuh.
Dikelilingi pepohonan hijau dan aliran sungai alami, tempat ini menawarkan suasana damai.
Fasilitasnya pun lengkap mulai dari ruang ganti, toilet, hingga area duduk santai.
5. Madakaripura Forest Park
Desa Terseno, Kecamatan Lumbang, Probolinggo
Tak jauh dari kawasan Air Terjun Madakaripura, Madakaripura Forest Park hadir dengan pesona tebing tinggi, hutan tropis lebat, dan udara sejuk yang menyegarkan.
Tempat ini sangat fotogenik, kamu bisa berfoto di gardu pandang, ayunan hutan, atau hamparan bunga matahari yang cantik.
Suara gemericik air dan nuansa alami membuat siapa pun betah berlama-lama di sini, baik untuk hunting foto maupun sekadar melepas penat.
6. Pantai Duta
Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Probolinggo
Pantai Duta dikenal dengan pasir keemasan dan panorama lautnya yang luas.
Di sini, kamu bisa menyaksikan sunrise dan sunset yang menawan dalam satu hari!
Menariknya, pengunjung kadang bisa melihat hiu tutul dan hiu paus yang berenang di perairan sekitar pantai, pengalaman langka yang hanya bisa ditemukan di sini.
Dengan suasana pantai yang masih alami, tempat ini ideal untuk relaksasi, camping, atau sekadar menikmati udara laut yang segar.
7. Air Terjun Watu Lawang & Rafting Sungai Pekalen
Kecamatan Gading, Probolinggo
Bagi pencinta petualangan air, dua destinasi ini wajib kamu coba!
-
Air Terjun Watu Lawang terkenal dengan dua tebing besar yang tampak seperti pintu raksasa. Airnya jernih dan suasananya asri, sempurna untuk menikmati pagi yang tenang.
-
Rafting Sungai Pekalen menghadirkan pengalaman menegangkan namun aman untuk pemula. Sambil menyusuri arus deras, kamu akan disuguhi pemandangan tebing alami dan hutan tropis yang menakjubkan.
Keduanya membuktikan bahwa healing di alam tak selalu berarti diam.
Terkadang, justru dengan tantangan, tubuh dan pikiran jadi lebih hidup. (fin)
Editor : AA Arsyadani