Jawa Pos Radar Lawu - Kabupaten Blitar memang dikenal memiliki pesona alam yang luar biasa. Tak hanya Gunung Kelud dan Kawasan Wisata Penataran, kini muncul satu destinasi alam yang tengah naik daun Jamburono Camping Ground.
Terletak di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tempat ini menawarkan pengalaman berkemah di tengah alam pegunungan yang sejuk, alami, dan penuh ketenangan.
Keindahan Alam di Kaki Gunung
Jamburono Camping Ground berada di kawasan lembah hijau di antara dua gunung megah, yaitu Gunung Kawi dan Gunung Kelud. Letaknya yang berada di ketinggian membuat udara di kawasan ini sangat sejuk bahkan cenderung dingin saat malam hari.
Dari area camping, pengunjung bisa melihat pemandangan bukit-bukit kecil, pepohonan pinus, dan hamparan rumput luas yang menjadi tempat ideal untuk mendirikan tenda.
Di sisi lain, aliran sungai Jamburono yang jernih menambah suasana alami suara airnya berpadu dengan kicau burung menciptakan ketenangan yang menenangkan pikiran.
Kawasan ini belum tersentuh banyak pembangunan, sehingga keasrian alamnya benar-benar terasa. Kabut tipis di pagi hari kerap menyelimuti pepohonan, memberikan suasana seperti di negeri dongeng.
Tak heran jika banyak pengunjung datang bukan hanya untuk camping, tetapi juga untuk menikmati panorama dan mencari ketenangan batin.
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan
Bukan hanya berkemah, pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan menarik di Jamburono Camping Ground, di antaranya:
1.Camping bersama keluarga atau komunitas
Area datar yang luas memungkinkan pendirian banyak tenda. Suasana malamnya sejuk dan damai, cocok untuk kegiatan api unggun sambil berbincang santai.
2.Trekking ringan dan eksplorasi alam
Tersedia jalur alami di sekitar sungai dan bukit kecil yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Cocok bagi pecinta petualangan ringan.
3.Fotografi alam dan konten wisata
Latar belakang pepohonan hijau, sungai jernih, dan kabut pagi menciptakan spot foto alami yang sangat menarik bagi pemburu gambar.
4.Observasi alam
Kawasan ini juga menjadi habitat burung dan serangga pegunungan. Suasana hening membuatnya pas untuk kegiatan meditasi atau relaksasi.
Fasilitas dan Kenyamanan Pengunjung
Meskipun berada di alam terbuka, Jamburono Camping Ground telah memiliki beberapa fasilitas pendukung agar pengunjung nyaman selama berkemah, seperti:
-Area parkir kendaraan
-Toilet umum
-Warung dan kios kecil dengan minuman hangat serta makanan ringan
-Lahan datar berumput untuk tenda
-Sumber air alami dari aliran sungai
Pengunjung disarankan membawa perlengkapan camping pribadi seperti tenda, sleeping bag, matras, serta jaket tebal karena suhu malam bisa turun hingga di bawah 20°C.
Rute dan Akses Lokasi
Dari pusat Kota Blitar, perjalanan menuju Desa Krisik memakan waktu sekitar 45–60 menit. Rute yang bisa diambil yaitu:
Blitar Kota - Garum - Gandusari - Desa Krisik.
Kondisi jalan sebagian sudah beraspal, namun menjelang lokasi camping ada beberapa bagian jalan menanjak dan sedikit berbatu, sehingga disarankan menggunakan kendaraan yang prima.
Aksesnya cukup mudah dibanding banyak tempat camping lain di kawasan gunung, dan bisa ditempuh dengan sepeda motor maupun mobil kecil. Di area parkir, kendaraan bisa dititipkan dengan aman sebelum melanjutkan ke area tenda.
Suasana Malam yang Mengesankan
Salah satu momen paling berkesan di Jamburono adalah saat malam hari. Langitnya bersih tanpa polusi cahaya kota, membuat bintang-bintang tampak jelas bertaburan di atas kepala. Api unggun di tengah lingkaran tenda menambah kehangatan, menciptakan suasana persahabatan yang sulit dilupakan.
Tips Berkemah di Jamburono Camping Ground
-Datang lebih awal agar bisa memilih lokasi tenda terbaik di dekat sungai atau di bawah pepohonan.
-Cek cuaca sebelum berangkat saat musim hujan, hindari mendirikan tenda terlalu dekat dengan aliran air.
-Gunakan alas tenda anti-air dan siapkan jas hujan atau flysheet tambahan.
-Bawa makanan instan, air minum, serta kantong sampah pribadi.
-Selalu jaga kebersihan dan hindari membuat kebisingan yang mengganggu pengunjung lain.(galuh-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid