Jawa Pos Radar Lawu - Banjarmasin tak hanya terkenal dengan keindahan sungai dan pasar terapungnya.
Kota Seribu Sungai ini juga menyimpan banyak destinasi wisata edukatif yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.
Selain bermain dan bersenang-senang, anak-anak dapat belajar tentang alam, budaya, dan pengetahuan umum dengan cara yang menyenangkan.
Berikut tujuh tempat wisata edukatif terbaik di Banjarmasin tahun 2025 yang wajib masuk daftar liburanmu:
1. Pulau Kembang – Habitat Kera di Tengah Sungai Barito
Terletak di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Pulau Kembang adalah salah satu destinasi edukatif paling populer di Banjarmasin.
Meski namanya “Pulau Kembang”, tempat ini bukan dipenuhi bunga, melainkan menjadi habitat alami kera ekor panjang.
Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat kera ekor putih langka yang hidup di pulau ini.
Perjalanan menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 15 menit naik perahu klotok dari pusat kota.
Selain belajar tentang satwa, wisatawan juga bisa menikmati suasana hutan tropis di tengah Sungai Barito.
2. Museum WASAKA – Napak Tilas Perjuangan Rakyat Banjar
Bagi keluarga yang ingin mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada anak-anak, Museum WASAKA (Waja Sampai Kaputing) adalah pilihan tepat.
Nama ini diambil dari semboyan rakyat Kalimantan Selatan yang berarti “Besi Sejati Sampai ke Ujungnya.”
Berdiri sejak 1991, museum ini menempati rumah adat Banjar Bubungan Tinggi yang dialihfungsikan menjadi tempat penyimpanan sejarah.
Ada lebih dari 400 koleksi bersejarah, mulai dari senjata tradisional, pakaian barajah yang diyakini memiliki kekuatan magis, hingga perlengkapan perang para pejuang.
Tempat ini cocok untuk wisata edukatif keluarga karena menghadirkan pembelajaran sejarah secara langsung dan interaktif.
3. Taman Edukasi Baiman – Ruang Belajar dan Bermain di Tengah Kota
Terletak di Jalan A. Yani Km 2, tepat di samping pintu masuk Duta Mall, Taman Edukasi Baiman menghadirkan konsep modern yang mudah dijangkau.
Dengan panjang area sekitar 40 meter, taman ini dilengkapi lantai beton aman, bola pembatas, dan fasilitas bermain anak.
Tempat ini menjadi ruang ideal bagi anak-anak untuk bermain sambil belajar mengenal lingkungan.
Suasana nyaman dan lokasinya yang strategis menjadikannya tempat sempurna untuk bersantai bersama keluarga.
4. Kebun Binatang Jahri Saleh – Serunya Belajar Mengenal Satwa
Untuk anak-anak pencinta hewan, Kebun Binatang Jahri Saleh adalah destinasi yang tepat.
Di sini, pengunjung bisa melihat berbagai satwa seperti orang utan, monyet ekor panjang, dan aneka burung tropis.
Meski tidak terlalu luas, kebun binatang ini memiliki zona primata, pondok istirahat, dan warung makanan.
Selain hiburan, tempat ini menjadi sarana belajar tentang keanekaragaman satwa dan pelestarian lingkungan.
5. Taman Edukasi Banua Lalu Lintas – Belajar Aturan Jalan Raya dengan Cara Seru
Berlokasi di Jalan A.S. Musaffa No. 2, Kecamatan Banjarmasin Tengah, taman ini menjadi tempat edukasi favorit keluarga.
Anak-anak bisa belajar tentang keselamatan dan tata tertib lalu lintas melalui berbagai wahana interaktif.
Taman ini memiliki jalan raya mini, rambu-rambu lalu lintas, jembatan penyeberangan, hingga kereta mini yang mengelilingi area.
Dengan tambahan permainan seperti ayunan dan perosotan, anak-anak dijamin betah belajar sambil bermain.
6. Pulau Kaget – Rumah Bekantan, Si Hidung Panjang Kalimantan
Bagi yang ingin mengenalkan anak pada hewan khas Kalimantan, Pulau Kaget adalah pilihan tepat.
Pulau ini merupakan suaka margasatwa seluas 85 hektar, tempat tinggal Bekantan, primata berhidung panjang yang menjadi ikon Kalimantan.
Selain Bekantan, pengunjung juga bisa menemukan lutung dan monyet ekor panjang di area hutan bakau yang rimbun.
Selain wisata satwa, tempat ini memberikan edukasi tentang ekosistem mangrove dan pentingnya pelestarian alam.
7. Kampung Tradisional Sasirangan – Belajar Membuat Kain Khas Banjar
Terakhir, ada Kampung Sasirangan di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Kampung ini menjadi pusat pembuatan kain tradisional Sasirangan, warisan budaya Banjar yang telah ada sejak abad ke-14.
Di sini, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan kain dari pewarnaan hingga penjemuran. (fin)
Editor : AA Arsyadani