Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ledre, Camilan Legendaris Bojonegoro yang Tetap Lestari di Tengah Gempuran Zaman

Nur Wachid • Minggu, 26 Oktober 2025 | 01:45 WIB

Kuliner renyah yang terbuat dari pisang raja menjadi ikon Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur
Kuliner renyah yang terbuat dari pisang raja menjadi ikon Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah maraknya kuliner modern dan makanan cepat saji, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tetap mempertahankan salah satu warisan kuliner tradisionalnya yang melegenda, yakni Ledre. Camilan renyah berbahan dasar pisang ini telah menjadi ikon dan oleh-oleh khas daerah yang tak lekang oleh waktu.

sajian yang berasal dari buah pisang ini menjadi buruan wisatawan terutama wisatawan luar yang berkunjung dan berwisata di kabupaten bojonegoro jawa timur. apalagi kuliner khas ini dikenal juga dapat bertahan lama dan tidak cepat basi.

Baca Juga: 3 Destinasi Wisata Instagramable di Jember: Spot Foto Estetik, Harga Tiket Terjangkau, dan Fasilitas Lengkap

Warisan Kuliner dari Masa ke Masa

Ledre sudah dikenal masyarakat Bojonegoro sejak awal abad ke-20. Makanan ini pertama kali dibuat oleh masyarakat di sekitar Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro.

Nama “ledre” diyakini berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti lembut dan tipis, menggambarkan teksturnya yang tipis seperti kulit dadar, tetapi kering dan renyah setelah dipanggang.

Awalnya, ledre dibuat secara sederhana sebagai camilan keluarga. Namun karena rasanya yang khas dan tahan lama, makanan ini mulai dijual di pasar-pasar tradisional. Pada dekade 1980-an hingga 1990-an, produksi ledre meningkat pesat dan mulai dipasarkan ke luar daerah, menjadikannya oleh-oleh wajib Bojonegoro.

Cita Rasa Khas dari Pisang Raja

Ledre Bojonegoro dibuat dari bahan-bahan alami seperti pisang raja matang, tepung beras, gula, santan, telur, dan sedikit garam. Proses pembuatannya masih banyak dilakukan secara tradisional.
Pisang dihaluskan, dicampur dengan bahan lain, kemudian ditipiskan di atas wajan datar dan dipanggang hingga setengah kering. Setelah itu, adonan digulung secara manual hingga berbentuk silinder panjang, lalu dibiarkan dingin hingga kering sempurna.

Aroma pisang yang harum dan rasa manis gurih menjadikan ledre disukai semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Teksturnya yang renyah juga membuat camilan ini cocok disajikan bersama teh atau kopi.

Sentra Produksi dan Inovasi Rasa

Hingga kini, Kelurahan Ledok Kulon di Kecamatan Bojonegoro menjadi sentra utama pembuatan ledre. Di kawasan ini, pengunjung bisa menemukan banyak rumah produksi rumahan dan toko oleh-oleh yang menjual ledre dengan berbagai rasa.

Selain rasa original pisang, kini telah muncul beragam varian baru seperti ledre cokelat, keju, durian, wijen, hingga kacang. Meski begitu, rasa pisang klasik tetap menjadi favorit karena mempertahankan cita rasa tradisional Bojonegoro.

Menjadi Ikon dan Identitas Bojonegoro

Ledre kini tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga simbol kuliner yang melekat pada identitas Bojonegoro. Camilan ini kerap dijadikan buah tangan wajib bagi wisatawan yang berkunjung.
Harganya pun terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000 per bungkus, tergantung varian dan kemasan. Ledre juga terkenal tahan lama tanpa bahan pengawet, sehingga praktis untuk dibawa bepergian jauh.

Upaya Melestarikan Kuliner Tradisional

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus mendorong pelestarian ledre sebagai warisan kuliner daerah. Melalui pelatihan UMKM dan promosi di berbagai event wisata, ledre kini semakin dikenal luas, bahkan sering dijadikan cendera mata resmi dalam acara pemerintahan.

Dengan cita rasa manis alami dan aroma pisang yang menggoda, Ledre Bojonegoro terbukti mampu bertahan di tengah derasnya arus modernisasi kuliner. Lebih dari sekadar makanan, ledre adalah bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Bojonegoro. (ahyar-mg-uinpo)

Editor : Nur Wachid
#kuliner khas bojonegoro #ledre pisang #kabupaten bojonegoro