Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Monumen Simpang Lima Gumul Mirip Arc De Triompe, Ikon Paris-nya Kota Kediri

Nur Wachid • Minggu, 19 Oktober 2025 | 01:45 WIB

Monumen Simpang Lima Gumul yang Memiliki Kemiripan dengan Arc De Triompe, Ikon Parisnya Kota Kediri
Monumen Simpang Lima Gumul yang Memiliki Kemiripan dengan Arc De Triompe, Ikon Parisnya Kota Kediri

Jawa Pos Radar Lawu – Kota Kediri yang terkenal sebagai pusat pabrik rokok terbesar se asia dan memiliki nilai-nilai sejarah kerajaan yang sangat kental, ternyata juga memiliki monumen yang tak kalah menarik dari pada kota lain di Jawa Timur.

Salah satunya yang menjadi ikon Kota Kediri adalah Monumen Simpang Lima Gumul.

Siapa sih yang tidak kenal dengan Kota Paris yang di Benua Eropa, terkenal dengan kota paling romantis dengan keindahan Arc De Triompe yang memaknai simbol kekuatan persatuan dan patriotisme setelah kemenangan Raja Napoleon di Perang Austerlitz .

Monumen indah dan megah yang menjadi penghubung ke 12 jalan itu ternyata juga dimililiki oleh Kota Kediri Jawa Timur yang bernama Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disebut SLG merupakan salah satu bangunan ikonik Kediri yang bentuknya menyerupai Arc de Triompe yang berada di Paris, Prancis.

SLG mulai dibangun pada 2003 dan diresmikan pada 2008, yang digagas oleh Bupati Kediri saat itu, Sutrisno.

Bangunan ini terletak di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya dipusat pertemuan lima jalan yang menuju ke Pare, Kediri, Plosoklaten, Pesantren dan Menang.

Jika Arc de Triompe dibangun untuk menghormati para pejuang yang bertempur untuk Prancis dalam revolusi, hingga kini belum ada kejelasan mengapa dan untuk menghormati siapa monumen Simpang Lima Gumul Kediri ini dibangun.

Namun, beberapa sumber menyebutkan, bahwa didirikannya monumen ini terinspirasi dari cita-cita Raja Jongko Joyoboyo, yang merupakan raja dari kerajaan Kediri abad 12 yang hendak menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri.

Selain sebagai ikon Kediri, saat ini SLG juga menjadi Centra Pusat Ekonomi dan perdagangan baru di Kabupaten Kediri, sehingga diharapkan membuat perekonomian Kediri bertambah maju.

Monumen Simpang Lima Gumul berlokasi di Kawasan yang cukup strategis dan dilengkapi beragam sarana umum, seperti gedung serba guna, pasar malam, dan taman wisata.

Pembangunan monumen ini menghabiskan biaya lebih dari 300 miliar rupiah. Secara fisik, karakteristik bangunan monumen Simpang Lima Gumul memiliki luas keseluruhan hingga 37 hektare dengan luas bangunan 184 meter persegi dan tinggi 25 meter yang terdiri dari 6 lantai, serta ditumpu 3 tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar.

Angka-angka tersebut mencerminkan tanggal, bulan, dan tahun hari jadi Kabupaten Kediri, yaitu 25 Maret 185 Masehi.

Di sisi monumen terdapat relief yang menggambarkan tentang sejarah Kediri, beserta kesenian dan kebudayaan yang ada saat ini.

Di salah satu sudut monumen terdapat sebuah patung Ganesha yang merupakan salah satu dewa pujaan sebagian besar umat hindu dengan gelar sebagai dewa pengetahuan dan kecerdasan, pelindung, penolak bala, dan dewa kebijaksanaan.

Di dalam bangunan monumen terdapat banyak ruang, gedung utama dan ruang auditorium di lantai atas, ruang serba guna di bawah tanah, dan minimarket yang menjual berbagai souvenir di lantai bawah.

Bangunan ini pun memiliki 3 (tiga) akses jalan bawah tanah untuk menuju monumen.

Kawasan ini tidak pernah sepi pengunjung di malam hari, pasalnya di sekitar monumen terdapat pedagang kaki lima yang berjejer. Pada sabtu dan minggu pagi.

Kawasan ini pun padat oleh pengunjung yang berolahraga lari pagi, berekreasi, maupun pengunjung pasar.

Pemerintah juga telah merencanakan untuk membangun hotel, mall, pusat toko grosir, serta pusat produk-produk unggulan dan cendera mata di Kawasan monumen Simpang Lima Gumul.

Saat ini, bangunan yang telah terealisasikan yaitu Fave Hotel yang letaknya sangat dekat dengan monumen.

Ini masih dari sebagian dari kota Kediri, yang mana masih banyak tersimpan sejarah di dalamnya.

Seperti Gunung Kelud dan lembu suro, jembatan lama, hingga legenda buaya putih di sungai brantas. (ahyar-mg-uinpo)

Editor : Nur Wachid
#ikon kota #monumen arc de triomphe #slg kediri #Kota Kediri #monumen simpang lima gumul