Jawa Pos Radar Lawu - Jawa Barat memang tak pernah kehabisan destinasi wisata alam yang memikat.
Dua tempat yang selalu jadi incaran wisatawan adalah Curug Cikaso di Sukabumi dan Green Canyon Pangandaran di Ciamis.
Keduanya menyajikan pengalaman liburan yang seru, asri, sekaligus menenangkan jiwa.
Pesona Curug Cikaso
Curug Cikaso dikenal lewat tiga aliran air terjun yang jatuh berdampingan dengan ketinggian sekitar 80 meter. Debit airnya deras, menciptakan suasana sejuk dan menenangkan.
Air yang berwarna hijau kebiruan membuat panorama curug ini tampak begitu eksotis.
Akses menuju Curug Cikaso cukup mudah. Dari pusat kota Sukabumi, perjalanan darat membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
Setibanya di area parkir, wisatawan bisa memilih jalur trekking singkat atau naik perahu kecil menyusuri sungai.
Kedua pilihan tersebut sama-sama memberikan pengalaman petualangan yang seru sebelum akhirnya tiba di curug utama.
Keindahan Green Canyon Pangandaran
Bergeser ke Ciamis, ada Green Canyon Pangandaran yang juga tak kalah populer. Nama “Green Canyon” berasal dari air sungai yang berwarna hijau jernih, dikelilingi tebing kapur yang menjulang tinggi.
Aktivitas andalan di sini adalah body rafting yang menantang adrenalin sekaligus menyenangkan.
Selain itu, wisatawan bisa menyewa perahu untuk menyusuri sungai dan menikmati formasi stalaktit serta stalagmit yang menggantung di dinding tebing.
Jika beruntung, pengunjung bisa melihat biawak berjemur di bebatuan, menambah kesan alami dan liar dari tempat ini.
Tips Berkunjung
1. Gunakan pakaian yang nyaman dan siap basah, terutama untuk aktivitas body rafting.
2. Disarankan datang di pagi hari agar lebih puas menikmati suasana tanpa terlalu ramai.
3. Jangan lupa bawa kamera tahan air untuk mengabadikan setiap momen seru.
Baik Curug Cikaso maupun Green Canyon Pangandaran sama-sama menawarkan keindahan khas Jawa Barat yang layak masuk wishlist liburan.
Panorama alamnya yang eksotis, ditambah pengalaman seru yang ditawarkan, membuat dua destinasi ini cocok untuk liburan keluarga maupun pecinta petualangan.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun