Jawa Pos Radar Lawu – Di kaki Gunung Wilis, tepatnya di Kabupaten Ponorogo, terbentang danau alami bernama Telaga Ngebel yang memesona.
Sejuknya udara pegunungan berpadu dengan cerita rakyat yang melegenda menjadikan destinasi ini bukan sekadar tempat liburan, tapi juga ruang belajar budaya dan sejarah lokal yang masih hidup hingga kini.
Legenda Baru Klinthing: Dari Lidi Sakti Menjadi Telaga
Nama Telaga Ngebel bukanlah sekadar penamaan geografis. Ia mengalir dari cerita rakyat yang begitu dikenal: kisah Baru Klinthing, sosok anak kecil keturunan siluman naga.
Dalam kisah yang diwariskan turun-temurun, Baru Klinthing yang berwajah aneh datang ke sebuah desa dan ditolak mentah-mentah oleh warganya saat meminta makanan.
Hanya satu orang yang menerimanya: seorang nenek tua bernama Nyai Latung.
Sebagai balas budi dan bentuk peringatan kepada warga yang sombong, Baru Klinthing menancapkan sebatang lidi ke tanah.
Saat dicabut, air memancar deras dan menenggelamkan desa tersebut. Dari situlah Telaga Ngebel diyakini lahir.
Telaga Ngebel: Sejarah, Alam, dan Budaya yang Bersatu
Secara geografis, Telaga Ngebel terbentang seluas ±150 hektar dengan kedalaman antara 20 hingga 30 meter.
Kawasan ini sudah menjadi tempat beristirahat sejak zaman kolonial, bahkan diyakini sebagai salah satu titik favorit para pejabat Hindia Belanda kala itu.
Baca Juga: 7 Spot Foto Tercantik di ARTJOG 2025 yang Bikin Feed Instagram Kamu Auto Estetik!
Nama “Ngebel” berasal dari kata “Ngembel” atau mengembun, menggambarkan kondisi pagi hari yang berkabut di daerah tersebut.
Daya Tarik Telaga Ngebel yang Tak Bisa Dilewatkan
Pemandangan Telaga yang Menenangkan Jiwa
Dikelilingi pepohonan pinus dan pegunungan, Telaga Ngebel menawarkan panorama yang membuat siapa pun ingin duduk lama memandangi riak airnya.
Trek Mengelilingi Telaga
Sepanjang 5 kilometer jalan aspal mengitari danau cocok untuk olahraga ringan seperti jogging, bersepeda, atau touring motor trail.
Festival Budaya: Larung Sesaji Grebeg Suro
Tradisi larung sesaji yang diadakan setiap 1 Suro atau Tahun Baru Jawa menjadi daya tarik spiritual dan budaya.
Ribuan warga dan wisatawan ikut menyaksikan ritual syukur kepada alam dan leluhur.
Naik Perahu atau Sepeda Air
Wisata air menjadi primadona di sini. Pengunjung bisa naik perahu motor atau sepeda air sambil menyaksikan lanskap telaga dari sisi yang berbeda.
Kuliner Khas: Pecel Ponorogo dan Ikan Nila Bakar
Di tepi telaga, puluhan warung menjajakan makanan lokal yang menggoyang lidah, dari pecel hingga sate ayam khas Ponorogo dan jajanan pasar.
Fasilitas Lengkap dan Ramah Wisatawan
Dari penginapan, mushola, tempat parkir luas, taman bermain anak, hingga camping ground, semua tersedia untuk kenyamanan wisata keluarga maupun backpacker.
Mengapa Harus ke Telaga Ngebel?
Kombinasi wisata alam dan legenda rakyat yang mengedukasi
Spot healing dengan udara sejuk dan pemandangan memukau
Tradisi budaya hidup yang masih lestari
Akses mudah, hanya 1 jam dari pusat Kota Ponorogo
Tips Berkunjung
Gunakan jaket, terutama saat sore dan malam karena suhu bisa sangat dingin
Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari atau menjelang matahari terbenam
Jaga kebersihan dan hormati kearifan lokal
Cobalah menyewa perahu saat kabut turun untuk pengalaman visual yang magis
Telaga Ngebel bukan cuma danau biasa. Ia adalah simbol dari harmoni antara manusia, legenda, dan alam.
Kisah Baru Klinthing yang melegenda, tradisi yang dijaga dengan sepenuh hati, dan keindahan yang tak pernah basi menjadikan tempat ini lebih dari sekadar destinasi.
Telaga Ngebel adalah ruang kontemplasi, petualangan, dan pelestarian nilai-nilai luhur lokal. (cus/kid)
Editor : Nur Wachid