Jawa Pos Radar Madiun – Pulau Sumatra menyimpan banyak jejak awal masuknya Islam ke Indonesia. Dari ujung barat hingga timur, tersebar situs-situs religi yang tak hanya menjadi tempat ziarah spiritual, tapi juga saksi sejarah dakwah Islam dan akulturasi budaya lokal.
Berikut 7 destinasi wisata religi paling bersejarah dan menginspirasi di Sumatra, lengkap dengan informasi lokasi dan keunikan yang wajib Anda ketahui.
1. Makam Syekh Burhanuddin, Ulakan – Pusat Ziarah dan Tradisi Basapa
Syekh Burhanuddin dikenal sebagai tokoh penyebar tarekat Syattariyah di Minangkabau. Makamnya menjadi pusat ziarah ribuan orang tiap tahun dalam acara “Basapa”, sebuah tradisi turun-temurun penuh makna spiritual.
Lokasinya ada di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman. Kelebihannya, tradisi ziarah masih lestari, aura spiritual kental.
2. Masjid Raya Medan, Kemegahan Islam di Tengah Kota
Masjid Raya Al-Mashun dibangun pada 1906 oleh Sultan Deli. Arsitekturnya mencampurkan elemen Timur Tengah, India, dan Spanyol, menjadikannya salah satu masjid termegah di Indonesia.
Lokasinya di Jl. Sisingamangaraja, Kota Medan. Kelebihannya, Ikon Medan, arsitektur megah, nilai sejarah tinggi.
3. Masjid Raya Ganting, Padang – Masjid Tertua di Sumbar dengan Gaya Multikultur
Didirikan tahun 1805, Masjid Raya Ganting merupakan salah satu masjid tertua di Sumatra Barat. Uniknya, bangunan ini memadukan arsitektur Eropa, Tiongkok, dan Timur Tengah.
Presiden Soekarno tercatat pernah menunaikan salat di sini saat masa pengasingan. Tak hanya bersejarah, masjid ini juga fotogenik dengan pilar tinggi dan atap khas Minang.
Lokasinya berada di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Kelebihannya, Cagar budaya nasional, arsitektur unik, dekat pusat kota
4. Masjid Agung Palembang – Peninggalan Kesultanan dan Dekat Ampera
Masjid Agung Palembang berdiri sejak abad ke-18 sebagai bagian dari Kesultanan Palembang Darussalam. Menara limasnya mencerminkan pengaruh Tiongkok dan Melayu.
Lokasi: Kompleks Alun-Alun Palembang. Kelebihan: Strategis, sarat sejarah, cocok untuk wisata religi dan kota
5. Makam Tuanku Imam Bonjol, Maninjau – Jejak Pejuang Islam di Pengasingan
Meski akhirnya dimakamkan di Sulawesi Utara, lokasi pengasingan Tuanku Imam Bonjol di Maninjau menyimpan banyak kisah perjuangan. Cocok untuk ziarah sekaligus refleksi sejarah Islam dan perjuangan kemerdekaan. Lokasi: Maninjau, Kabupaten Agam. Kelebihan: Tenang, edukatif, menyatu dengan alam.
6. Pesantren Darul Mursyid, Tapanuli Selatan – Wisata Spiritual Modern
Terletak di kaki Gunung Lubuk Raya, Darul Mursyid bukan sekadar pesantren, tetapi juga pusat wisata edukasi spiritual yang ramah keluarga. Lokasi: Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Kelebihan: Lingkungan asri, cocok untuk anak-anak dan keluarga.
7. Masjid Al Osmani, Medan Labuhan – Masjid Kuning Peninggalan Kesultanan
Masjid ini dikenal sebagai “Masjid Kuning” karena warna mencoloknya. Dibangun tahun 1854, masjid ini menjadi simbol kejayaan budaya Melayu dan Islam di Sumatra Utara. Lokasi: Medan Labuhan. Kelebihan: Nuansa Melayu kuat, spot foto estetik, tertua di Medan
Wisata religi bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Di Sumatera, setiap batu, menara, dan kubah menyimpan kisah panjang penyebaran Islam yang penuh keteguhan, akulturasi budaya, dan perjuangan.
Menyusuri 7 destinasi ini bukan hanya memperluas wawasan, tapi juga memperdalam rasa syukur dan penghormatan terhadap sejarah bangsa. (osi/den)