Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah hamparan alam hijau Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tersimpan sebuah sumber air yang tidak hanya memikat karena kejernihannya, tetapi juga menyimpan kisah sejarah dan misteri yang menarik.
Nama tempat ini adalah Pantan Cigowong, sebuah mata air yang terletak di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga.
Meski belum banyak dikenal luas oleh wisatawan, Pantan Cigowong merupakan salah satu hidden gem Majalengka yang tak hanya menyejukkan raga, tetapi juga menggugah rasa ingin tahu tentang masa lalu.
Air Jernih dan Dingin Seperti Kulkas
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan langsung disambut oleh kolam persegi dengan air yang luar biasa jernih dan mengalir deras dari sela-sela bebatuan di dasar kolam.
Keistimewaannya bukan hanya terletak pada kejernihan, melainkan juga suhu airnya yang sangat dingin, bahkan sering disamakan dengan air dari kulkas.
Tak semua orang sanggup berendam lama di sini, terutama jika belum terbiasa dengan suhu air yang menusuk tulang.
Jejak Warisan Kolonial Belanda
Di balik kesegaran mata air ini, terdapat sejarah panjang yang berkaitan dengan masa kolonial. Pantan Cigowong diketahui merupakan peninggalan era pemerintahan Belanda.
Kolam berbentuk persegi yang menampung mata air ini dulunya merupakan bagian dari sistem saluran air bersih yang dibangun untuk kepentingan masyarakat dan pemerintahan pada masa itu.
Mata air ini resmi digunakan sejak 2 November 1936, berdasarkan peresmian yang dilakukan oleh Bupati Majalengka kala itu, Raden Mas Arya Adipati Soeriatanudibrata.
Hingga kini, struktur bangunannya masih berdiri kokoh, menjadi bukti nyata bahwa teknologi air bersih sudah diterapkan sejak masa kolonial.
Asal-usul Nama: Kisah Teriakan yang Mewarnai Sejarah
Tak hanya soal air dan sejarah, Pantan Cigowong juga menyimpan kisah unik yang melegenda di masyarakat setempat.
Nama “Pantan Cigowong” sendiri memiliki arti mendalam dalam bahasa Sunda.
Pantan berarti sumber mata air, sementara Cigowong berasal dari kata gowong yang berarti teriakan atau suara keras.
Konon, mata air ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani yang sedang mencangkul sawah.
Saat mata cangkulnya mengenai batu dan memunculkan semburan air, ia kaget dan berteriak sekeras mungkin.
Sejak saat itu, warga menyebut sumber air tersebut sebagai Pantan Cigowong, sumber air yang ditemukan lewat teriakan.
Tetap Mengalir dan Dimanfaatkan Warga
Meski sudah berusia hampir satu abad, air dari mata air Pantan Cigowong tetap mengalir deras hingga kini.
Warga sekitar masih memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, bahkan mengairi sawah.
Di era modern, sumber mata air ini tetap menjadi simbol kehidupan dan ketahanan lingkungan yang luar biasa.
Pantan Cigowong bukan sekadar sumber air, melainkan jejak hidup masa lalu yang masih menyatu dengan alam dan masyarakat.
Keindahannya yang alami, sejarahnya yang panjang, serta kisah misterius di balik namanya menjadikan tempat ini sangat layak untuk dikunjungi.
Jika Anda pencinta wisata alam yang mengandung unsur sejarah dan misteri, jangan lewatkan destinasi unik yang satu ini saat berkunjung ke Majalengka. (*)
Editor : Riana M.