Jawa Pos Radar Lawu - Monumen Kapal Selam atau yang dikenal dengan sebutan Monkasel, merupakan salah satu destinasi wisata edukatif yang menarik di kota pahlawan, Surabaya.
Monkasel bukan hanya sekedar monumen biasa, tetapi juga sebuah museum yang menyimpan sejarah penting perjuangan angkatan laut Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.
Pasalnya kapal ini sebenarnya merupakan KRI Pasopati 410, yakni salah satu kapal selam pertama milik TNI AL yang memiliki cerita dan kontribusi besar bagi negara.
Tertarik untuk mengunjunginya? simak ulasan berikut mengenai, daya tarik, lokasi, dan jam operasional
Lokasi dan Jam Operasional Monumen Kapal Selam:
Hingga kini, Monkasel masih berdiri dengan megah di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur.
Lokasi dari Monkasel tergolong mudah untuk ditemukan karena letaknya yang ada di tengah kota. Tepatnya, monumen ini berada di sebelah area Plaza Surabaya.
Wisatawan dapat mengunjungi Monkasel sesuai jam operasional yang berlaku. Monkasel buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Daya Tarik Monumen Kapal Selam:
Sebagai wisata edukasi, pihak pengelola Monkasel menawarkan pengalaman memasuki kapal selam semirip mungkin. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat secara langsung isi hingga mesin dari KRI Pasopati 410.
Selain itu, ada pula berbagai fasilitas penunjang lainnya, seperti video rama, live music, dan kolam renang anak. Pengunjung pun berkesempatan menelusuri Sungai Kalimas dengan perahu motor yang disediakan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Doa Haji Mabrur untuk Menjadikan Ibadah Anda Sempurna dan Diterima Allah SWT
Spot Menarik Monumen Kapal Selam:
Menghadirkan Kapal Selam Sungguhan
Salah satu hal yang paling menonjol dan unik dari Monkasel adalah bahwa monumen ini adalah kapal selam asli, bukan replika atau model.
KRI Pasopati 410, kapal selam yang menjadi monumen ini, adalah salah satu kapal selam pertama milik TNI AL dan telah beroperasi dalam berbagai misi sebelum akhirnya dipensiunkan dan diubah menjadi monumen.
Kapal ini memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,30 meter. Kapal ini dilengkapi dengan 12 gas uap torpedo dan semasa operasionalnya mampu menyelam hingga kedalaman teoritis 300 meter.
Kecepatannya mencapai 18,3 knot saat berada di permukaan air dan menurun menjadi 13,6 knot saat berada di bawah permukaan.Dengan berat total mencapai 1.300 ton, kapal ini menggunakan baterai sebanyak 224 unit dan berbahan bakar diesel.
Baling-balingnya yang memiliki enam lubang berfungsi sebagai pendorong utama kapal selam ini yang bisa menampung hingga 63 orang.
Masuk Menuju Perut Kapal Selam
Daya tarik utama Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 401 adalah pengunjung dapat merasakan langsung bagaimana rasanya berada di dalam perut kapal.
Begitu memasuki kapal, pengunjung akan disambut dengan berbagai bagian yang ada di dalamnya.
Meskipun tampak rumit, namun akan ada pemandu wisata yang siap membantu menjelaskan setiap detailnya.
Pemandu ini telah terlatih untuk mengenalkan seluk-beluk KRI Pasopati 401 kepada para pengunjung.
Monkasel sendiri dibagi menjadi tujuh ruangan berbeda dengan fungsi masing-masing.
Mulai dari ruang torpedo haluan yang menyimpan torpedo cadangan dan tempat istirahat awak kapal.
Terdapat juga ruang makan bintara dan dapur, tempat kerja Perwira, serta ruang pusat informasi tempur sebagai pusat operasional, hingga ruangan dengan motor diesel dan pesawat bantu serta tempat motor listrik penggerak kapal.
Selain Monumen Kapal Selam, di tempat ini juga menyediakan wahana dan pertunjukan atraksi, seperti menyusuri Sungai Kalimas, dan menonton pertunjukkan Reog Ponorogo. (aris-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid