Jawa Pos Radar Lawu - Solo, Jawa Tengah memiliki beberapa kampung unik karena berbeda dengan kampung-kampung lainnya.
Beberapa kampung unik dan menarik yang dapat dikunjungi di Solo meliputi Keraton Kasunanan Surakarta, yang merupakan istana resmi para raja di Solo dan telah menjadi pusat kebudayaan Jawa selama berabad-abad.
Di dalam keraton, pengunjung dapat menyaksikan arsitektur tradisional Jawa serta koleksi seni dan artefak bersejarah.
Kampung tematik yang ada di Solo juga bisa menjadi sarana belajar, sekaligus melestarikan budaya lokal. Berikut setidaknya tujuh kampung tematik di Solo yang menarik untuk dikunjungi:
1. Kampung Batik Kauman
Kampung Batik Kauman. Lokasinya berada di Jalan Wijaya Kusuma, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, dekat Pasar Klewer dan Masjid Agung Surakarta yang mudah dijangkau.
Kampung Batik Kauman memiliki ciri khas sendiri yang berbeda dari Kampung Batik Laweyan. Batik buatan kampung ini memiliki motif pakem atau standar Keraton Kasunanan.
Sedangkan, suasana kampungnya menjadi bukti akulturasi budaya Jawa dan Eropa. Hal ini dapat dilihat dari arsitektur bangunan tua di berbagai sudut Kampung Batik Kauman.
Aktivitas yang ditawarkan hampir sama, berupa belajar membatik, mencicipi kuliner tempo dulu, maupun hunting foto.
Cobalah mengunjungi rumah produksi batik untuk melihat proses pembuatan batik maupun sekadar membeli produknya.
Setelah itu, kamu bisa walking tour untuk menikmati suasana Kampung Batik Kauman secara gratis.
Beberapa kampung tematik di Solo tersebut dapat menjadi sarana untuk kamu yang ingin mengenal budaya lokal lebih jauh.
Selain itu, kamu juga bisa belajar hal baru dengan cara menyenangkan, seperti menanam tanaman organik, menyaksikan pembuatan blangkon, hingga membatik.
2. Kampung Hepi Joho
Kampung Hepi Joho berada di Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Pencinta street art wajib ke sini! Pengunjung akan disambut mural dan relief dengan beragam tema di dinding rumah warganya.
Urban tourism dengan sebutan lain Kampung Mural Joho itu juga menawarkan wisata kuliner tradisional hingga kekinian.
Sambil menikmati street art yang ada, kamu juga bisa mencoba permainan tradisional, seperti congklak, lompat tali, dan egrang.
Tujuannya memang untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi muda.
Selain itu, memberikan kesempatan mereka untuk meninggalkan gawai sejenak dan mendapatkan pengalaman seru tidak terlupakan.
3. Kampung Batik Laweyan
Jalan-jalan ke Solo belum lengkap kalau gak mengunjungi Kampung Batik Laweyan, salah satu kampung batik tertua di Indonesia.
Kejayaan industri batik mulai abad ke-14 pada masa Keraton Pajang hingga saat ini dapat dijumpai dengan mudah.
Deretan rumah kuno yang ada di kampung tersebut menjadi showroom batik untuk menyambut wisatawan.
Sudah bisa ditebak, pengunjung dapat berbelanja kain batik hingga produk turunannya yang bernuansa tradisional maupun modern.
Belajar tentang batik pun tidak sekadar teknik pembuatannya, tetapi juga terbuka buat kamu yang ingin mendalami serta kewirausahaan batik.
Di berbagai sudut Kampung Laweyan, terdapat warung, toko, dan sejumlah penjaja kuliner yang menyajikan makanan tradisional.
4. Kampung Blangkon
Blangkon menjadi aksesoris penutup kepala untuk melengkapi pakaian adat Jawa. Kamu dapat menjumpai sentra pembuatan blangkon di Kampung Blangkon Potrojayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.
Seperti namanya, mayoritas warganya merupakan perajin blangkon yang sudah turun temurun sejak tahun 1970-an.
Meski lokasi pembuatannya di Solo, tetapi warga Kampung Blangkon Potrojayan juga memproduksi variasi blangkon dari daerah lain, seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Ponorogo.
Demikian pula dengan pasar yang dilayaninya, sudah meluas ke berbagai daerah di Jawa, terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Saking banyaknya permintaan pasar, pemerintah daerah setempat pun membuka program pelatihan pembuatan blangkon.
Dahulu, pembuatan blangkon perlu mengikuti aturan tertentu dan dilakukan seniman terlatih. Kini siapapun dapat belajar membuat blangkon.
Termasuk para pelancong yang ingin mengamati langsung proses pembuatan blangkon beserta kisah di balik setiap motifnya.
5. Kampung Wisata Baluwarti
Kampung Wisata Baluwarti menempati area Keraton Kasunanan Surakarta yang dikelilingi tembok tinggi keraton.
Dahulu, kampung ini merupakan tempat tinggal para prajurit dan abdi dalem keraton, lalu kini telah bercampur dengan warga biasa.
Selain menjadi tempat tinggal pribadi, rumah dan bunganan yang ada di kampung tersebut juga digunakan untuk kepentingan keraton.
Sejumlah aturan yang ada di kampung wisata ini berbeda dari kampung modern pada umumnya.
Di antaranya seperti bangunan rumah warga tidak boleh lebih tinggi dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
Saat berkunjung ke kini, para pelancong dapat mengikuti kelas memasak kuliner Jawa, belajar berpakaian tradisional Jawa, dan mewiru kain batik.
Pengunjung juga dapat mengunjungi Ndalem Praja Pangarsan, Ndalem Waringin, dan Ndalem Brongto. Ada workshop pembuatan lulur badan, jamu tradisional, topeng, hingga pembuatan souvenir yang dapat diikuti. (aris-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid