Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bukan Sekadar Nama, Ini Makna Filosofis di Balik Saloka Theme Park

Muhammad Aditya Pangestu • Senin, 21 April 2025 | 03:40 WIB
Makna Filosofis di Balik Saloka Theme Park
Makna Filosofis di Balik Saloka Theme Park

Jawa Pos Radar Lawu - Saloka Theme Park bukan hanya sekadar taman hiburan biasa. Di balik megahnya wahana dan gemerlapnya lampu-lampu taman, tersimpan filosofi dan nilai budaya lokal yang dalam.

Dikutip Radar Lawu dari beberapa sumber, nama "Saloka" ternyata memiliki akar yang kuat dari cerita rakyat Jawa Tengah, khususnya legenda tentang Baru Klinthing dan Rawa Pening.

Inilah yang membuat Saloka Theme Park istimewa, perpaduan antara hiburan modern dan kearifan lokal.

Berasal dari Legenda Rawa Pening

Asal-usul nama “Saloka” tidak bisa dilepaskan dari kisah legenda rakyat yang sudah melegenda di kalangan masyarakat Jawa Tengah, yakni legenda Rawa Pening.

Dalam cerita tersebut, terdapat sosok seekor naga kecil berwarna hijau yang bisa berbicara, bernama Baru Klinthing.

Ia adalah putra dari Nyai Salokantara, seorang perempuan sakti yang menjadi simbol kearifan dan kekuatan alam.

Cerita rakyat ini berkisah tentang bagaimana Baru Klinthing, meskipun ditolak oleh masyarakat karena wujudnya yang tak biasa, tetap menunjukkan sikap sabar, jujur, dan bijaksana.

Ia kemudian membuktikan kekuatannya melalui peristiwa munculnya Rawa Pening, sebuah danau yang konon terbentuk karena ulah manusia yang serakah dan tidak menghargai sesama.

Dari nama "Salokantara" inilah kata “Saloka” diambil, menjadi nama taman hiburan sekaligus penghormatan terhadap legenda tersebut.

Lebih dari sekadar nama, Saloka menyimpan filosofi tentang keberanian, ketulusan, dan kejujuran yang diperankan oleh tokoh Baru Klinthing.

Baru Klinthing sebagai Maskot

Baru Klinthing kini dihidupkan kembali dalam bentuk maskot Saloka Theme Park.

Ia digambarkan sebagai naga kecil yang lucu, bersahabat, dan penuh semangat, membawa nilai-nilai positif seperti kecerdasan, keberanian, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Maskot ini bukan hanya untuk menarik perhatian anak-anak, tapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjadikan tokoh lokal sebagai ikon utama, Saloka Theme Park tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tapi juga sarana edukasi budaya yang menyenangkan.

Anak-anak dapat bermain sambil mengenal cerita rakyat yang sarat makna, sementara orang dewasa bisa kembali mengingat warisan budaya yang kaya dan penuh nilai kehidupan.

Lokasi Strategis dan Daya Tarik yang Lengkap

Terletak di Jalan Fatmawati No. 154, Gumuksari, Lopait, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Saloka Theme Park hanya berjarak sekitar 49 kilometer atau 55 menit berkendara dari pusat Kota Semarang.

Lokasinya berada di jalur utama Semarang–Solo, menjadikannya mudah dijangkau oleh wisatawan dari kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) dan sekitarnya.

Dengan luas sekitar 18 hektare, taman hiburan ini resmi dibuka untuk umum pada 15 Desember 2018.

Saloka Theme Park menawarkan lebih dari 25 wahana seru yang tersebar di lima zona tematik, yaitu:

Baca Juga: 7 Rekomendasi Parfum Lokal Cewek Paling Cocok Dipakai Pagi Hari, Ringan, Fresh, dan Nggak Ganggu Sekitar!

Fasilitas pendukungnya pun lengkap, mulai dari klinik, ruang laktasi, toilet bersih, hingga area parkir yang mampu menampung hingga 600 kendaraan.

Tersedia juga shuttle bus yang mengantar pengunjung dari tempat parkir ke area utama taman hiburan.

Saloka Theme Park bukan hanya destinasi wisata dengan wahana seru dan fasilitas lengkap. Ia adalah ruang pertemuan antara hiburan dan warisan budaya.

Di balik namanya yang unik, tersimpan cerita yang menginspirasi dan penuh makna. (*)

LUDES: Kebakaran rumah warga Suwawal Timur.
LUDES: Kebakaran rumah warga Suwawal Timur.
Editor : Riana M.
#saloka theme park #asal usul #Taman Hiburan #destinasi wisata #legenda #jawa tengah