Jawa Pos Radar Lawu - Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” salah satu museum yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta.
Museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara ini didirikan untuk mengabadikan peristiwa bersejarah dalam lingkungan TNI AU, bermarkas di kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta.
Museum ini menghadirkan kisah gemilang dan prestasi dalam bidang dirgantara Indonesia.
Dengan koleksi pesawat-pesawat bersejarah, peralatan militer, dan memorabilia penting lainnya.
Museum Dirgantara memberikan pandangan yang mendalam tentang perkembangan industri dirgantara nasional.
Sejarah Berdirinya Museum Dirgantara
Dikutip dari laman resmi TNI AU, awalnya museum ini berlokasi di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta.
Namun, karena Yogyakarta dianggap sebagai tempat penting dalam perkembangan TNI AU dan merupakan pusat kegiatan mereka, museum ini kemudian dipindahkan ke kota tersebut.
Dalam perkembangannya, karena koleksi Museum Pusat TNI AU "Dirgantara Mandala," terutama pesawat terbang, terus bertambah dan sulit diakses oleh pengunjung, pimpinan TNI AU memutuskan untuk memindahkan museum ini lagi.
Gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisutjipto dipilih sebagai lokasi baru museum.
Gedung ini sebelumnya digunakan sebagai gudang logistik pada masa pendudukan Jepang.
Pada tanggal 17 Desember 1982, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi, menandatangani sebuah prasasti yang memulai proses rehabilitasi gedung ini menjadi gedung permanen Museum Pusat TNI AU "Dirgantara Mandala."
Pada tanggal 29 Juli 1984, gedung yang telah direnovasi tersebut secara resmi diresmikan oleh Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Sukardi, sebagai Museum Pusat TNI AU "Dirgantara Mandala" yang baru.
Museum ini memiliki luas area seluruhnya sekitar 4,2 hektar dan luas bangunan yang digunakan mencapai 8.765 meter persegi.
Sejarah dan Koleksi Museum Dirgantara
Museum ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah serta diorama peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia.
Tidak hanya itu, sejumlah pesawat tempur dan replikanya juga terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan, diantaranya:
Pesawat Ki-43 buatan JepangPesawat PBY-5A (Catalina).
Ada juga replika pesawat WEL-I RI-X (pesawat pertama hasil produksi Indonesia), Pesawat A6M5 Zero Sen buatan Jepang.
Selain itu, ada Pesawat pembom B-25 Mitchell, B-26 Invader, TU-16 Badger, Helikopter Hillier 360 buatan AS dan Pesawat P-51 Mustang buatan AS serta koleksi lainnya.
Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala baru-baru ini mendapat tambahan koleksi berupa Prototype Bom sejumlah 9 buah buatan Dislitbangau yang bekerjasama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari.
Bom-bom tersebut merupakan bom latih (BLA/BLP) dan bom tajam (BT) yang memiliki daya ledak tinggi (high explosive), sebagai senjata Pesawat Sukhoi Su-30, F-16, F-5, Sky Hawk, Super Tucano dll.
Selain dipadati oleh kunjungan wisatawan, anak-anak sekolah hingga masyarakat umum kerap mengunjungi museum ini.
Lokasi, Jam Operasional, Harga Tiket Masuk
Berikut kami sampaikan lokasi museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, jam buka dan bea masuk ke lokasi.
Alamat: Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto Jl. Raya Janti, Karang Janbe, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282.
Jam operasional: Senin-Minggu
Pukul: 08.30-15.000 WIB
Harga tiket masuk: anak-anak dan dewasa Rp 6.000 (aris-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid