Jawa Pos Radar Lawu - Sebagai penjajah, Belanda dikenal kerap mambangun benteng sebagai tempat pertahanan dari serangan pejuang.
Meski sudah menjadi bangunan tua, benteng-benteng tersebut saat ini masih berdiri kokoh dan jadi tempat wisata.
Berbagai benteng ini kerap dikunjungi karena memiliki arsitektur khas kolonial saja yang menarik, namun juga punya nilai historis.
Berikut ini adalah daftar benteng peninggalan Belanda di Pulau Jawa yang banyak dikunjungi:
1. Benteng Palasari (Jawa Barat)
Benteng Palasari berada di atas Gunung Palasari. Berdasarkan laman Pemerintah Kabupaten Sumedang disebutkan bahwa benteng ini merupakan benteng peninggalan zaman penjajahan Belanda.
Ada delapan bangunan benteng pertahanan penjajah Belanda. Adapun bentuk bangunannya berupa tembok yang tebalnya sekitar 60 centimeter dan diperkirakan dibangun pada 1913 hingga 1917.
Dulunya, Benteng Palasari kemungkinan adalah gudang mesiu tentara Belanda. Selain itu, diperkirakan benteng ini juga digunakan sebagai tempat observasi karena letaknya yang cukup tinggi.
Jika Anda ingin berkunjung ke Benteng Palasari, silahkan menuju Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Dengan tiket masuk yang seharga Rp 5.000 per orang, pengunjung dapat menjelajahi sejarah benteng ini. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan sering menjadi lokasi favorit untuk piknik keluarga.
2. Benteng Vredeburg (Yogyakarta)
Terletak di depan Keraton Kesultanan Yogyakarta, benteng peninggalan kolonial Belanda bernama Vredeburg ini memiliki hubungan erat dengan Kesultanan Yogyakarta.
Benteng Vredeburg dibangun pada 1760 atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I dan permintaan dari pihak pemerintahan kolonial Belanda.
Jika dilihat langsung, benteng Vredeburg mempunyai bentuk persegi yang mirip dengan empat menara pantau di masing-masing sudut Kesultanan Yogyakarta.
Anda juga dapat menjelajahi kawasan depan benteng dengan gapura berdesain khas arsitektur Belanda.
Jika ingin berwisata ke benteng Vredeburg, Anda dapat pergi ke Jalan Margo Mulyo Nomor 6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Museum ini buka setiap hari kecuali hari libur nasional. Adapun pada hari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, lalu Jumat-Minggu pukul 08.00-22.00 WIB.
Untuk harga tiket masuknya murah-meriah. Pengunjung dewasa pribadi dikenakan HTM Rp3.000, namun jika berombongan minimum 20 orang maka dikenakan Rp2.000 per orang.
Sementara itu, bagi pengunjung anak-anak dikenakan HTM Rp2.000 per orang. Namun, jika berombongan minimum 20 orang maka dikenakan Rp1.000 per orang. Pengunjung asing dikenakan HTM Rp10.000 per orang.
3. Benteng Lodewijk (Gresik)
Benteng Lodewijk terletak di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, atau lebih tepatnya berada di Desa Tanjung Widoro, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Benteng Lodewijk dibangun pemerintah Hindia Belanda pada 1808. Keberadaan benteng ini sengaja dibuat karena menganggap Gresik sebagai wilayah yang mempunyai akses penting bagi perkembangan sekaligus pintu masuk Kota Surabaya.
Selain memiliki nilai sejarah tinggi, pemandangan di sekitar Benteng Lodewijk sangat bagus. Benteng ini juga dikelilingi hamparan pasir putih dan lokasinya masih sangat alami.
Itu ditandai dengan adanya bebatuan asli peninggalan Belanda. Namun, salah satu tokoh nelayan di wilayah Mengare, Asnan mengatakan kepada Antaranews, keberadaan benteng kini banyak mengalami kerusakan akibat gerusan air laut.
Kerusakan itu disebabkan tidak adanya perawatan rutin dari pemerintah kabupaten setempat. Ditambah lagi gerusan air pantai yang terus-menerus terjadi, sehingga mengakibatkan sisa bebatuan benteng mengalami abrasi.
Untuk menuju lokasi benteng, Anda harus menggunakan perahu yang disewa dari nelayan di Desa Tanjung Widoro. Hal tersebut karena lokasi benteng terletak di tengah muara anak Sungai Bengawan Solo.
Tetapi saat sampai di sana, Anda tidak akan melihat Benteng Lodewijk secara sempurna atau utuh, karena sebagian sudah rusak dan hanya tinggal puing-puing bebatuan.
Buat anda yang ingin ke sini, perjalanan menuju Kawasan Benteng Lodewijk dapat ditempuh dengan dua cara, jalur darat dan laut. Perjalanan jalur darat ditempuh melewati jalan kampung Dusun Sisir Barat, Desa Tanjung Widoro.
Sekitar 150 meter dari jalan utama desa, pengunjung harus melintasi jalan tambak yang sudah di beton sepanjang 500 meter. Jalan tersebut hanya bisa dilintasi sepeda motor karena lebarnya hanya 1,5 meter.
Setelah itu, pengunjung harus menyeberangi Sungai Cemara dengan perahu penyebrangan dengan tarif per orang plus sepeda motor sebesar Rp2 ribu.
Sementara untuk jalur laut, pengunjung bisa menyewa perahu nelayan. Tarifnya, Rp 150 ribu untuk pulang-pergi.
Pemberangkatan dilakukan dari Dermaga Tanjung Widoro ke arah benteng dan sebaliknya. Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di sini seperti menanam mangrove, naik perahu, spot foto, memancing, bermain kano, hingga menikmati bangunan cagar budaya Benteng Lodewijk.
4. Benteng Vastenburg (Jawa Tengah)
Benteng Vastenburg dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Baron Van Imhoff pada 1745. Setelah era kolonial, selain digunakan sebagai tempat wisata, benteng ini juga beralih fungsi menjadi venue untuk event atau pertunjukan seni.
Sementara itu, bagian muka fasad benteng ini juga sudah mengalami renovasi agar pengunjung bisa menikmati dan mengabadikan keindahan benteng.
Benteng Vastenburg menyuguhkan pemandangan megah dari bangunan cantik berwarna putih dengan arsitektur khas Eropa. Apabila ingin menikmatinya, Anda bisa datang ke Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Untuk harga tiket masuk menuju benteng tersebut gratis, namun dikenakan tarif untuk membayar parkir. Untuk parkir kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 3.000, sedangkan kendaraan roda empat Rp 5.000.
5. Benteng Van Den Bosch (Jawa Timur)
Kawasan Benteng Pendem Van Den Bosch dibangun pada 1839. Adapun penamaan benteng tersebut diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa itu yakni Johannes Van den Bosch.
Jika diperhatikan, Benteng Pendem Van Den Bosch memiliki keunikan tersendiri. Ini karena benteng itu dibuat lebih rendah dari tanah sekitarnya atau dikelilingi tanah yang lebih tinggi, sehingga dari luar terlihat terpendam.
Oleh sebab itu, nama lain bentang ini adalah Benteng Pendem. Dengan menjelajahi kawasan Benteng Pendem, Anda akan dibuat seperti berada di kawasan Colosseum dengan bangunan tuanya yang tidak kalah apik.
Berlokasi di Jalan Untung Suropati Nomor II, Pelem II, Pelem, di Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Anda akan menemukan Benteng Pendem.
Untuk jam operasional, Benteng Van Den Bosch dibuka selama setiap hari dari pukul 08.00-17.00, lalu anda akan dikenakan tarif tiket masuk seharga Rp 10.000 per orang.
6. Benteng Fort Willem I (Semarang)
Benteng ini terletak di daerah Ambarawa, Semarang. Persisnya dekat dengan Museum Kereta Api di Ambarawa. Dulunya digunakan sebagai markas militer Belanda untuk menyusun strategi ketika peperangan, sekaligus sebagai tempat menyimpan logistik.
Saat ini, benteng digunakan sebagai penjara dan tempat tinggal sipir. Jika hendak berkunjung ke sini, maka harus meminta izin terlebih dahulu terhadap petugas LAPAS yang sedang berjaga.
Bila berkunjung ke Benteng ini Anda tidak perlu khawatir akan biaya tiket masuknya, karena tidak akan ada pemungutan biaya sepeser pun.
Namun bila Anda membawa kendaraan cukup membayar parkir kurang lebih sebesar 5000 rupiah saja.
7. Benteng Van Der Wijck (Kebumen)
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum dari Selebriti yang Nggak Bikin Kantong Bolong dan Memiliki Kesan Mewah
Benteng Van der Wijck merupakan bangunan bekas VOC yang dialihfungsikan oleh militer Belanda sebagai tempat perlindungan.
Benteng ini digunakan Belanda untuk mempersempit ruang gerak pasukan Pangeran Diponegoro saat meletusnya perang di Jawa pada awal abad ke-19.
Adanya bangunan benteng ini terbukti memberikan kesulitan bagi Pangeran Diponegoro karena Belanda menerapkan sistem Benteng Stelsel.
Selepas perang tersebut, benteng digunakan sebagai markas militer tentara Belanda di selatan Jawa. Benteng ini memiliki beberapa ruangan yang difungsikan untuk penjara, tempat tidur, hingga ruang rapat.
Dengan tiket masuk Rp25.000, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai fasilitas, seperti kolam renang, komedi putar, kereta kencana, serta kereta atas benteng yang menawarkan pemandangan sekitar. (aris-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid