Jawa Pos Radar Lawu - Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus menikmati waktu liburan.
Berlibur sambil belajar sejarah dan warisan budaya bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang selama libur lebaran.
Surabaya, atau dijuluki dengan Kota Pahlawan yang menyimpan banyak destinasi bersejarah.
Mendatangi kawasan bersejarah serta warisan budaya seolah mengajak wisatawan untuk kembali ke masa lalu.
Mulai dari disuguhi bangunan khas zaman kolonial hingga napak tilas peristiwa bersejarah yang terjadi di surabaya.
Berikut beberapa destinasi wisata bersejarah dan menjadi warisan budaya di Surabaya :
Balai Pemuda Alun-Alun Surabaya
Dibangun pada tahun 1907, Balai Pemuda mulanya bernama Simpangsche Societeit atau Simpangsche Club.
Tempat ini digunakan untuk tempat hiburan malam bagi para elit Eropa yang tinggal di Surabaya.
Saat ini, Balai Pemuda telah dilengkapi dengan fasilitas terbaru, salah satunya Alun-Alun Surabaya yang letaknya di basement.
Berlokasi di Jalan Gubernur Suryo No.15, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271, untuk jam operasional tempat ini buka setiap hari, dari pukul 09.00-21.00 WIB, dan untuk biaya tiket masuknya : Gratis.
Monumen Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan diresmikan oleh Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno pada 10 November 1951.
Monumen ini didirikan untuk mengenang pertempuran 10 November yang terjadi di Surabaya.
Di dalamnya, terdapat Museum 10 Nopember yang menampilkan sejarah mengenai pertempuran tersebut.
Berlokasi di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Surabaya, Jawa Timur 60174, untuk jam operasional tempat ini buka setiap hari, dari pukul 08.00-15.00 WIB, dan untuk biaya tiket masuk sebesar Rp. 5.000 per orang.
Kawasan Kota Lama
Kawasan Kota Lama yang terletak di Jalan Rajawali ini didominasi oleh bangunan berarsitektur khas kolonial.
Bangunan tersebut masih dipertahankan keasliannya hingga ini.
Kawasan Kota Lama termasuk ke dalam tiga Kampung Lama bersama Kawasan Arab Ampel dan Kawasan Asia Timur Kembang Jepun.
Beralamat di Jalan Rajawali
untuk jam operasional tempat ini buka 24 jam dan untuk biaya tiket masuknya : Gratis
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya dibangun mulai 1915 hingga 1925. Saat itu, pembangunannya menghabiskan dana sekitar 1000 gulden atau 8 juta rupiah.
Ini membuat Balai Kota Surabaya juga disebut sebagai Bangunan 1000 Gulden.
Saat ini, Balai Kota dimanfaatkan sebagai kantor pemerintahan. Meski begitu, berbagai acara kerap dilaksanakan di area Balai Kota Surabaya.
Beralamat di jalan Walikota Mustajab No.59, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60272, untuk jam operasional tempat ini buka dari hari Senin-Jumat, pukul 08.00-16.00 WIB, dan untuk biaya tiket masuk : Gratis
Monumen Kapal Selam (Monkasel)
Monumen Kapal Selam atau biasa dikenal dengan Monkasel merupakan bentuk asli dari Kapal KRI Pasopati 410 dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselarmatim).
Pengunjung yang datang dapat melihat secara langsung isi dari kapal selam tersebut. Terlebih, Monkasel pun menjadi monumen kapal selam terbesar di Asia.
Beralamat di Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60271, untuk jam operasional tempat ini buka setiap hari, dari pukul 08.00-21.00 WIB, dan untuk biaya tiket masuk sebesar: Rp 15.000 per orang.
Benteng Kedung Cowek
Masih banyak masyarakat Surabaya yang belum mengetahui keberadaan benteng ini. Benteng Kedung Cowek merupakan benteng peninggalan Belanda.
Benteng ini dibangun pada tahun 1900 untuk melindungi pelabuhan dan pangkalan Angkatan Laut Surabaya.
Alamat, Kedung Cowek, Bulak, Surabaya, Jawa Timur 60125, untuk jam operasional tempat ini buka setiap hari, dari pukul 08.00-17.00 WIB, untuk biaya tiket masuk sebesar: Rp 5.000-Rp 20.000 (aris-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid