Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Update Kondisi Fiersa Besari: Selamat dari Insiden di Puncak Cartensz yang Menewaskan 2 Orang  

Muhammad Aditya Pangestu • Senin, 3 Maret 2025 | 13:32 WIB
Fiersa Besari dikabarkan selamat dalam pendakian di Puncak Cartensz yang menewaskan 2 orang.
Fiersa Besari dikabarkan selamat dalam pendakian di Puncak Cartensz yang menewaskan 2 orang.

Jawa Pos Radar Lawu -Musisi sekaligus penulis, Fiersa Besari, dikabarkan turut serta dalam ekspedisi pendakian menuju Puncak Cartensz Pyramid di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. 

Sayangnya, pendakian tersebut berujung duka setelah dua pendaki dalam tim yang sama, Elsa Laksono dan Lilie Wijayati, meninggal dunia akibat hipotermia yang diduga disebabkan oleh badai. 

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan bahwa Fiersa ikut dalam pendakian tersebut. 

Namun, meskipun berada dalam tim yang sama, Fiersa berada di rombongan berbeda. 

Ia memastikan bahwa pelantun lagu Celengan Rindu itu selamat dan dalam kondisi sehat, meskipun tidak merinci lebih lanjut mengenai keadaan fisiknya pasca kejadian. 

Pendakian menuju Puncak Carstensz dilakukan pada Jumat (28/2). Cuaca buruk yang melanda kawasan memperburuk situasi, yang akhirnya menyebabkan dua pendaki mengalami hipotermia hingga meninggal dunia. 

Dikutip dari akun X (Twitter) @andreasharsono, yang telah mendapatkan konfirmasi, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono meninggal dunia dalam pendakian bersama akibat kedinginan ekstrem di Puncak Carstensz.

 "Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, keduanya berumur 60 tahun, meninggal dunia karena kedinginan di Puncak Carstensz, dekat Timika, Papua. Lilie perancang busana di Bandung, Elsa dokter gigi di Jakarta. Mereka alumni SMA Dempo Malang tahun 1984," tulis Andreas dalam unggahannya, dikutip Radar Lawu pada Minggu (2/3). 

Menurut Andreas, jenazah kedua pendaki saat ini berada di Lembah Kuning, tempat mereka terakhir berhenti sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak. 

Awalnya, rombongan pendaki ini menggunakan helikopter dan berhenti di Lembah Kuning, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Sayangnya, cuaca ekstrem menyebabkan mereka mengalami hipotermia yang berujung fatal. 

Selain Lilie dan Elsa, tiga pendaki lainnya juga terkena hipotermia. Beruntung, kondisi mereka telah membaik dan kini tengah menunggu proses evakuasi. 

"Selain Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, ada tiga pendaki lain terkena hipotermia. Kesehatan mereka sudah membaik, kini tunggu evakuasi," tulis Andreas. 

Andreas juga mengungkapkan bahwa Lilie Wijayati merupakan teman sekolahnya di SMA Dempo Malang pada tahun 1981-1984. 

Lilie dikenal memiliki tubuh yang bugar dan jiwa yang kuat, dengan impian besar untuk menaklukkan tujuh puncak tertinggi di Indonesia.  

"Lilie meninggal di urutan terakhir: Puncak Carstensz, Papua. Lilie dan Elsa ikut kelompok pendaki Puncak Carstensz, total 10 orang, termasuk 1 warga Rusia dan 2 warga Turki, dengan lima pemandu. Mereka naik helikopter sampai Lembah Kuning, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Namun, mereka kedinginan dan meninggal," ungkapnya. 

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi jenazah Lilie Wijayati. Sementara itu, jenazah Elsa Laksono telah lebih dulu dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter Komala Indonesia. 

Tim SAR berencana melanjutkan evakuasi jenazah Lilie pada Senin (3/3) pagi, sebelum kemudian menerbangkan kedua jenazah ke Jakarta. 

Saat ini, jenazah Elsa masih berada di RSUD Mimika, menunggu proses evakuasi jenazah Lilie agar dapat diterbangkan bersama. (*)

WADAH PEMASARAN: Nasabah PNM Mekaar ikut merasakan manfaat dari kegiatan PNM Liga Nusantara.
WADAH PEMASARAN: Nasabah PNM Mekaar ikut merasakan manfaat dari kegiatan PNM Liga Nusantara.
Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadan 1446 H Wilayah Kabupaten Bondowoso DOK KEMENAG
Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadan 1446 H Wilayah Kabupaten Bondowoso DOK KEMENAG
Editor : Riana M.
#Puncak Cartenz #hipotermia #fiersa besari #insiden #selamat