JAWA POS RADAR LAWU - Di sektor wisata, sesuatu yang baru pasti menjadi magnet penyedot wisatawan. Baik jenis wisata alam, buatan, maupun perpaduan keduanya.
Di Gunung Lawu bakal ada wahana anyar. Yakni, balon udara dan kereta gatung. Yang mana, balon udara disebut-sebut bisa terbang sampai puncak. Rencana inovasi sektor wisata di kawasan Gunung Lawu itu tengah dimatangkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Diketahui, Kabupaten Magetan dan Kabupateb Ngawi juga punya wilayah di gunung perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah itu. Lantas, bagaimana nasib wisata Telaga Sarangan di Magetan dan beberapa wisata alam seperti Kebun Teh Jamus di Ngawi kelak?
Kabar tentang rencana wisata balon udara dan kereta gantung datang dari Pemkab Karanganyar.
Merilis Jawa Pos Radar Solo, balon udara bakal didatangkan dari Turki. Sementara kereta gantung dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
"Dua wahana tersebut akan didatangkan ke Karanganyar. Kami (pemerintah,Red) menyambut baik pengelola wisata yang akan merintis wahana wisata itu, dan kami terus berkomitmen mengembangkan wisata di Karanganyar dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem alam di sekitarnya," ujar Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi di Tawangmangu, Kamis (16/1/2025) malam.
"Potensi Karanganyar sangat luar biasa, oleh karenanya kami berharap kepada semua pengelola wisata untuk bisa terus berinovasi," tegas Timotius.
Presiden Direktur The Lawu Grup Parmin Sastro (salah satu pengembang pariwisata di Gunung Lawu) menjelaskan bahwa inovasi sektor wisata itu sudah tahap pengecekan lokasi.
"Untuk wahana balon udara ada beberapa lokasi yang sudah disurvei seperti di Lawu Park, Sakura Hill, kemudian kawasan di Paralayang Ngargoyoso. Bisa saja itu nanti naik balon udara sampai dengan puncak Gunung Lawu," kata Parmin.
Kabar sektor wisata tentang rencana Pemerintah Kabupaten Karangan terkait balon udara dan kereta gantung di Gunung Lawu tentu menjadi kabar baik bagi warga yang doyan pelesiran.
Tapi, bagaimana nasib wisata Telaga Sarangan di Magetan dan beberapa wisata di Ngawi? (den)
Editor : Deni Kurniawan