Jawa Pos Radar Lawu-Kabupaten Lumajang memiliki beragam kekayaan alam yang menakjubkan.
Salah satu destinasi unggulan yang tidak boleh dilewatkan adalah Air Terjun Kapas Biru, sebuah tempat wisata yang memukau dengan panorama alamnya.
Lokasinya terletak di Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, air terjun ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 1,5 jam dari Alun-Alun Lumajang, atau berjarak sekitar 51,1 kilometer.
Air Terjun Kapas Biru menawarkan keindahan yang unik, dengan aliran airnya yang putih jernih menyerupai kapas.
Pemandangan ini semakin memukau dengan latar tebing tinggi berwarna coklat kemerahan dan pepohonan hijau yang rindang.
Tak heran, destinasi ini menjadi favorit bagi wisatawan, terutama para pecinta fotografi.
Keunggulan lain dari Air Terjun Kapas Biru adalah tiket masuknya yang sangat terjangkau. Wisatawan hanya perlu membayar Rp. 10 ribu per orang untuk menikmati keindahan air terjun ini.
Biaya parkir juga relatif murah, yakni Rp. 5 ribu untuk sepeda motor dan Rp.10 ribu untuk mobil.
Bagi pengunjung yang ingin berkemah dan menikmati suasana malam di kawasan ini, tarif yang dikenakan hanya Rp. 20 ribu per orang untuk dua hari.
Selain itu, pengunjung juga dapat menyewa jasa pemandu untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama berwisata.
Biaya jasa pemandu adalah Rp. 150 ribu untuk maksimal 10 orang, dengan pendampingan oleh dua pemandu.
Air Terjun Kapas Biru buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 3 sore.
Bagi wisatawan yang ingin turun ke area utama air terjun, disarankan untuk datang sebelum pukul 3 sore.
Hal ini penting mengingat medan menuju lokasi yang cukup sedikit menantang.
Demi keamanan, pengelola akan melakukan penjemputan bagi pengunjung yang masih berada di area sekitar air terjun setelah pukul 5 sore.
Dengan harga tiket yang ramah di kantong dan jam operasional yang memadai, Air Terjun Kapas Biru menjadi destinasi wisata yang ideal untuk menikmati keindahan alam Lumajang.
Pastikan Anda mengatur waktu kunjungan dengan baik untuk mendapatkan pengalaman terbaik di surga tersembunyi ini. (*)
Editor : Riana M.