Jawa Pos Radar Lawu - Ponorogo, sebuah kabupaten di Jawa Timur, menyimpan banyak keindahan alam yang belum banyak dieksplorasi. Salah satunya adalah Air Terjun Sadranan.
Lokasinya ada di Desa Broto, Kecamatan Slahung, Kabaputen Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, berjarak 20 kilometer dari pusat Kota Ponorogo, atau sekitar 32 menit dengan berkendara.
Air terjun ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang masih asri, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri karena terdiri dari empat air terjun di satu kawasan.
Setiap air terjun memiliki daya tarik dan karakteristik yang berbeda, menjadikan wisata ini semakin menarik untuk dijelajahi.
Air Terjun Sadranan terletak di tengah hutan yang masih asri, jauh dari kebisingan kota.
Ditemani dengan suara gemericik air, hembusan angin, serta pemandangan hijau di sekelilingnya menciptakan suasana yang tenang dan damai.
Di bawah masing-masing tingkatan air terjun, terdapat kolam alami yang airnya sangat jernih. Kolam ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, terutama yang ingin berenang atau sekadar merendam kaki untuk menikmati kesejukan air pegunungan. Warna air yang kebiruan menambah pesona kolam alami ini.
Meskipun potensi wisatanya besar, Air Terjun Sadranan belum banyak dikunjungi wisatawan, sehingga suasananya masih sangat tenang. Tempat ini cocok untuk siapa saja yang mencari kedamaian dan ingin menikmati alam tanpa gangguan keramaian.
Dengan suasana yang tenang, air terjun ini juga menjadi lokasi yang ideal untuk meditasi dan relaksasi.
Air Terjun Sadranan adalah tempat yang sempurna bagi para pecinta fotografi alam.
Keindahan air terjun dengan tiga tingkatannya, pemandangan hutan hijau, dan bebatuan besar di sekitar air terjun menyediakan banyak spot menarik untuk diabadikan dalam kamera.
Selain itu, suasana yang tenang dan sepi membuat pengunjung bisa mengambil gambar dengan leluasa tanpa gangguan keramaian.
Untuk menikmati keindahan Air Terjun Sadranan ini, pengunjung tidak akan dikenakan harga tiket masuk alias gratis. Buka setiap hari dengan jam operasional yang tak terbatas. (*)
Editor : Riana M.