Jawa Pos Radar Lawu - Gorontalo, provinsi yang kaya akan keindahan alam, saat ini sedang ramai dibicarakan akibat viralnya video oknum guru dan murid.
Meski isu tersebut mengundang banyak perdebatan, banyak orang beralih mencari ketenangan dengan mengunjungi destinasi wisata yang menawan.
Salah satu tempat yang tepat untuk menghilangkan penat adalah Air Terjun Permai Taludaa.
Lokasinya ada di Desa Ilohuuwa, Kecamatan, Bone, Kabupaten Bone Bolango. Provinsi Gorontalo. Dapat ditempuh sekitar 3 jam dari pusat Kota Gorontalo.
Untuk bisa sampai ketitik pusat air terjun, pengunjung harus tracking sekitar setengah jam dari lokasi parkir.
Rasa lelah akan terbayar melihat keindahan air terjun setinggi lebih dari 40 meter ini dengan air terjunnya yang mengalir deras dari tebing dan membentuk kolam alami di bawahnya.
Suasana sekitarnya yang dikelilingi hutan hijau menciptakan latar belakang yang sempurna untuk bersantai. Suara gemuruh air terjun dan udara segar pegunungan menjadikan tempat ini ideal untuk melepas penat.
Sekitar Air Terjun Permai Taludaa juga terdapat bebatuan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk sambil bersantai ria.
Bagian bawah air terjun ini pun bisa digunakan untuk berendam karena adanya kedung, disamping itu airnya yang mengalir tidak terlalu deras.
Bagi pecinta camping, kawasan air terjun ini juga sering dijadikan sebuah tempat untuk bermalam. Nantinya pengunjung bisa mendirikan tenda yang dibawa ditempat yang sudah ditentukan oleh pihak pengelola.
Selain itu, banyak spot menarik untuk berfoto, menjadikannya pilihan yang populer di kalangan pengunjung yang ingin mengabadikan momen.
Jam operasional wisata Air Terjun Permai Taludaa ini buka disetiap harinya selama 24 jam nonstop.
Untuk harga tiket masuk wisata, juga cukup terjangkau, pengunjung tak perlu merogoh kocek wisata alias gratis. Namun bagi pengunjung yang membawa kendaraan akan dikenakan tarif.
Di tengah berita viral yang mungkin mengganggu, mengunjungi Air Terjun Taludaa adalah pilihan cerdas untuk melepaskan penat dan menikmati keindahan alam. (*)
Editor : Riana M.