Jawa Pos Radar Lawu - Pantai Kebo menawarkan pesona yang tak tertandingkan dengan air biru jernih. Tidak hanya keindahan visual, tetapi juga suara di pantai memberikan kesan yang memukau karena suara ombak dan pantulan cahaya matahari.
Lokasinya ada di Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Daya Tarik Pantai Kebo
Daya tarik utama wisata Pantai Kebo ini adalah memiliki sabana hijau yang melingkupi aliran muara sungai sehingga mampu memanjakan setiap mata yang memandang keindahan panorama alamnya.
Dinamakan Pantai Kebo atau Pantai Kerbau karena di sini memang terdapat banyak kerbau. Pemandangan kerbau merumput di hamparan padang hijau menambah kesan unik dan menarik untuk dijelajahi.
Pengunjung juga dapat mendirikan tenda untuk camping di sini. Selain itu beragam spot foto yang menarik juga tersedia di wisata alam ini, yang nantinya bisa diabadikan pengunjung dan membuat pengalaman liburan semakin berkesan.
Harga Tiket Masuk Pantai Kebo
Untuk harga tiket masuk wisata Pantai Kebo ini, pengunjung tak perlu repot merogoh kocek dalam-dalam, pasalnya untuk memasuki pantai ini tidak terdapat tarif wisata alias gratis.
Namun bagi pengunjung yang membawa kendaraan terdapat tarif parkir yang harus dibayar, yakni sebesar Rp. 5 ribu untuk roda 2, sedangkan untuk roda 4 yakni Rp. 10 ribu.
Fasilitas Pantai Kebo
Fasilitas yang ada didalamnya juga lengkap mulai dari musola, kamar mandi, penjual makanan dan minuman, hingga area parkir yang luas, semua tersaji di wisata Pantai Kebo ini.
Jam Operasional Pantai Kebo
Untuk jam operasional Pantai Kebo ini buka setiap hari, Senin sampai Jumat (weekday), pukul 6 pagi sampai 10 malam, sedangkan untuk di hari Sabtu dan Minggu (weekend) mulai dari pukul 6 pagi sampai 11 malam.
Rute Wisata Pantai Kebo
Rute perjalanan bisa ditempuh dari pusat Kota Trenggalek sekitar 1 jam 30 menit dengan berkendara atau berjarak 55 kilometer.
Untuk rute yang bisa diambil yakni mengarah menuju Kecamatan Panggul melalui Jalan Panggul-Munjungan hingga mencapai jalan menuju Desa Ngulungwetan. (*)
Editor : Riana M.